oleh

Dialog Kebangsaan, Tanamkan Nasionalisme dan Humanisme di Kalangan Pemuda

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :359 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (12/02/2021): DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) menggelar Dialog Kebangsaan serta doa bersama untuk kebaikan negeri di Sekretariat PWNU Sumsel. Tema yang diangkat yakni “Membentuk Karakter dan Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme dan Humanisme di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa” (11/02/2021).

Ketua DPD PGK Kota Palembang, Samsul Bahri, S.E menyebutkan dialog kebangsaan digelar dengan tujuan memberikan pemahaman dan pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa di kota Palembang. Menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan humanisme harus diberikan karena pemuda adalah generasi penerus bangsa Indonesia.

” Nilai-nilai nasionalisme sangatlah penting untuk diajarkan sedini mungkin agar pemuda milenial saat ini bisa lebih mencintai negaranya.”

Lebih jauh, Samsul Bahri mengutarakan paham humanisme menjadi penting untuk diajarkan kepada pelajar dan pemuda sebagai perwujudan Pancasila.

“Humanisme juga sangat penting untuk diajarkan agar pemuda bisa lebih peduli lagi tentang kemanusiaan yang adil dan beradab biar tidak ada lagi yang namanya kasus pem-bully-an, rasisme dan lain-lain di kalangan pelajar dan mahasiswa, khususnya pemuda kota palembang.”

Baca Juga :  Hadiri Istighotsah PWNU, HD Ajak Warga Sumasel Eratkan Tali Silaturahmi

Selanjutnya, Staf Ahli DPD RI Dr. Hilmin, M.Pd.I sangat mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai kegiatan postif. Menurutnya kegiatan ini harus sering dilaksanakan agar bisa menjadi tempat pembelajaran selain di sekolah maupun di kampus. Hilmin menyebutkan dialog kebangsaan tersebut mengingatkannya pada 15 tahun yang lalu ketika dirinya menjadi aktivis.

“Pemuda saat ini harus selalu diberikan pembelajaran positif seperti menanamkan paham nasionalisme dan humanisme, karena nasib bangsa tergantung dengan generasi saat ini. Ketika kedua paham ini sudah ditanamkan, maka tidak ada rasa takut lagi untuk kemajuan negara ini kedepannya nanti.”

Kemudian Kompol Suparman sebagai memaparkan bahwa pendidikan dan masyarakat berperan penting dalam hal menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Pendidikan dan lingkungan masyarakat yang baik menjadi ujung tombak untuk bisa mengajarkan kepada pelajar dan mahasiswa, khususnya pemuda untuk mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi kepada negaranya. Dengan hal itu, pemuda melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya, menjaga keutuhan persatuan bangsa, dan meningkatkan martabat bangsa di hadapan dunia.

Baca Juga :  Si Jago Merah Melahap 5 Rumah Warga, Tidak Ada Korban Jiwa.

Ust Anwar Sadat, Ketua Lazisnu PW NU Sumsel mengatakan paham humanisme adalah paham yang harus dimiliki oleh pemuda, dimana rasa kemanusiaan harus selalu dikedepankan. Seperti halnya Gus Dur selalu mementingkan rasa humanisme di Indonesia. Ketika kita tidak bersaudara seiman kita masih bisa bersaudara sebbagai sesama manusia, itulah yang dinamakan Bhineka Tunggal Ika. Ketika pemuda sudah mempunyai rasa humanisme yakinlah Negara ini akan sangat tentram dan nyaman tanpa ada perpecahan sesama warga negara Indonesia.

Terakhir Ketua Pelaksana pada kegiatan ini, Andre Syaputra mengucapakn banyak terimakasih kepada seluruh pemateri dan pemantik dari kalangan pelajar (Ketua Forum OSIS kota Palembang) dan pemantik dari kalangan mahasiswa (Ketua Dema UIN Raden Fatah Palembang) sudah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada pelajar dan mahasiswa kota palembang. Semoga dengan kegiatan ini pemuda Indonesia semakin bisa diharapkan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan negara tercinta ini.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Dr. Hilmin, M.Pd.I tujuannya agar Indonesia yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana alam dan pandemi covid-19 bisa pulih kembali dan Indonesia terus berjaya di kancah dunia.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya