Rabu, 27 April 2022 19:29 WIB

Deklarasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia, Jajang: Berbeda dari “Organisasi Sebelah”

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :259 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID, JAKARTA: Digelar di Jakarta, hari ini, Rabu (27/4/22) Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) secara resmi mendeklarasikan diri sebagai salah satu organisasi profesi kedokteran dipimpin Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto SpB MARS yang tak lain dan tak bukan ialah Staf Khusus Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

PDSI sebagai salah satu organisasi kedokteran ini berada di bawah kendali Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan tidak menginduk kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

PDSI sendiri telah mengantongi SK Kemenkumham nomor AHU-003638.AH.01.07.2022 Tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia, sebagaimana disampaikan Ketua Umum PDSI, Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto SpB MARS dalam siaran pers.

“Pada hari ini, Rabu, 27 April 2022, izinkan kami dengan kerendahan hati untuk mendeklarasikan berdirinya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia sesuai dengan SK Kemenkumham Nomor AHU- 003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.”

Dijelaskan, berdirinya perkumpulan ini dalam rangka memenuhi hak warga negara Indonesia dalam berserikat dan berkumpul yang dijamin Pasal 28 UUD 1945 selaku konstitusi tertinggi di NKRI.

Baca Juga :  Kembali Jemput Bola, Disdukcapil Palembang Beri Pelayanan di Kampung KB Tuan Kentang

Hak tersebut, kata dia, sudah ditegaskan dalam SK Kemenkumham. Dia juga mengungkapkan visi PDSI yakni menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesejawatan, serta berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Pengurus PDSI 2022-2025

  • Ketua Umum: Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno Sp.B.,Mars
  • Wakil Ketua: Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski, M. Sc,Ph.D.
  • Sekretaris Umum: dr. Erfen Gustiawan, Sp.KKLP,SH,MH (Kes.)
  • Wakil Sekretaris: Dr. dr H. Dahlan Gunawan, M.Kes.,MH.,MARS.,Sp.KKLP
  • Bendahara Umum: dr. Firman Parulian Sitanggang Sp.Rad.
  • Wakil Bendahara: dr. M. Arief El Habibie, MSM.
  • Dewan Pelindung: Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM
  • Dewan Pengawas: Dr. dr. Hendrik Sulo, M.Kes.,Sp.Rad.
  • Dewan Pengawas: dr. Timbul Tampubolon SH.MKK

Misi PDSI

  • Mengayomi dokter dengan bersinergi bersama rakyat dan pemerintah dengan membentuk organisasi dokter yang profesional.
  • Meningkatkan taraf kesehatan rakyat Indonesia dan kesejahteraan anggota.
  • Mendorong inovasi anak bangsa di bidang kesehatan berwawasan Indonesia untuk dunia.

Jajang: berbeda dari “organisasi sebelah”

Ketua PDSI Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto SpB MARS menuturkan kehdiran PDSI salah satunya untuk mendorong anak bangsa di bidang kesehatan memiliki inovasi untuk Indonesia maupun dunia.

Baca Juga :  KH Miftachul Akhyar Terpilih Sebagai Rais Aam PBNU 2021-2026

Ia menegaskan bahwa anggota yang tergabung dengan PDSI secara otomatis tidak berkaitan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Ini adalah pilihan, kalau memang di PDSI itu manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya silahkan ke PDSI. Tapi kalau banyak mudharatnya silahkan ke organisasi sebelah, tapi bagi kami bahwa PDSI berbeda dengan organisasi sebelah,” kata Jajang, dikutip dari Detikcom.

Tanggapan Anggota Komsi IX DPR

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengatakan keberadaan organisasi profesi baru, yakni Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia yang dideklarasikan hari ini tidak perlu ditanggapi berlebihan.

Menurutnya, pendirian organisasi merupakan hak warga negara yang diberikan kebebasan berkumpul serta berserikat. Apalagi di Indonesia yang merupakan negara demokrasi.

“Sebagai sebuah negara hukum dan demokrasi dan kebebasan berpendapat berserikat berkumpul dinaungi dan dapat payung hukum UUD 1945 sehingga kita nggak perlu berlebihan menanggapi ini, termasuk kalau para dokter membentuk suatu paguyuban dokter,” kata Rahmad, Rabu (27/4/22).

Menurut Rahmad apapun organisasi profesinya, keberadaan dokter tentu untuk memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Sehingga lanjut dia keberadaan PDSI sebagai organisais profesi baru kedokteran harus ditanggapi secara positif

Baca Juga :  Resmi Tinggalkan Barcelona! Beberapa Klub Berpeluang Dapatkan Messi

Sementara itu bekaitan dengan posisi PDSI yang terlepas dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ramhad enggan berkomentar lebih jauh.

“Kita enggak perlu berlebih menanggapi ini ya, kita berpikir positif saja semua untuk kedokteran di Indonesia. Kalau toh saya enggak mau masuk kepada IDI maupun tidak IDI yang penting di dalam negara hukum sesuai kaidah dan norma-norma hukum yang berlaku yang ada di Indonesia baik UUD dan UU yang mengatur masalah kesehatan,” kata Rahmad.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya