11 November 2022 - 01:45 WIB | Dibaca : 1,052 kali

Cegah Stunting, DP2PAP2KB Lakukan Pembinaan Masyarakat BKKBN di Suak Tapeh

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Sebagai langkah awal kita dalam pencegahan stunting, masyarakat harus diberikan pengetahuan mengenai hal tersebut

SWARAID, BANYUASIN: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2PAP2KB) Kabupaten Banyuasin melaksanakan kegiatan pembinaan Kampung KB, Kampung Berkualitas di Kantor Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/11/22).

Kepala Dinas DP2PAP2KB Kab. Banyuasin, Dra. Hj. Yosi Zartini mengatakan ada beberapa pembahasan yang telah dilaksanakan pada kegiatan ini, selain membahas masalah stunting, usaha kelompok perempuan dan juga Keluarga Berencana menjadi fokus pemerintah dalam memberikan pemahaman dan solusi bagi masyarakat.

“Penting sekali untuk dilakukan pembinaan kepada masyarakat, utamanya terkait KB dan stunting, sebagai langkah awal kita dalam pencegahan stunting, masyarakat harus diberikan pengetahuan mengenai hal tersebut, untuk itu hari ini kita adakan pembinaan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya,” kata Yosi.

Untuk itu, dengan terlaksananya kegiatan ini di setiap desa lokus stunting, Yosi berharap pencegahan stunting dapat berjalan lancar dan desa tersebut mampu menjadi desa yang berkualitas, baik kesehatan, SDM, pendidikan serta sosial ekonominya.

“Kegiatan ini kita melibatkan seluruh elemen masyarakat, ada dari kelompok pokja kampung KB, perangkat desa, tokoh masyarakat, kader KB, bidan desa, dan ibu-ibu PKK,” ujarnya.

Baca Juga :  12 Tahun SMAN 3 Banyuasin III, Kepsek; Semakin Maju dan Jadi SMA Terbaik

Sementara itu, Sekretaris Desa Sedang, Redi Tabrani merasa senang dan mendukung atas kegiatan pembinaan yang telah dilaksanakan oleh DP2PAP2KB Kabupaten Banyuasin. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih paham tentang apa itu stunting.

“Jadi sosialisasi dimasyarakat agar tahu apa sebenernya stunting itu, mengenai gejala-gejala anak misalnya terdapat stunting agar bisa cepat melapor ke pemerintah desa, untuk itu harapan kami kedepan mudah-mudahan yang terutama untuk seribu HPK (Hari Pertama Kelahiran) itu masyarakat Desa Sedang tidak ada yang terdampak Stunting,” pungkas Redi, singkat.

Komentar