3 Oktober 2022 - 06:30 WIB | Dibaca : 678 kali

Buwas Tuding Perusahaan Swasta Jadi Biang Kerok Harga Beras

Laporan : Riski
Editor : Noviani Dwi Putri

Mereka yang merusak harga di lapangan. Petaninya tidak mendapat harga yang sesuai

SWARAID, JAKARTA: Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengeluh pihaknya sulit bersaing dengan pihak swasta.

Ia mengatakan Bulog terikat pada harga yang dipatok oleh pemerintah. Sementara swasta menentukan harga sesuai kehendaknya.

“Mereka yang merusak harga di lapangan. Petaninya tidak mendapat harga yang sesuai. Saya tahu persis,” ujar Buwas di di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (3/10/22).

Maka dari itu Buwas meminta satgas pangan untuk turun tangan dalam mengendalikan harga beras perusahaan swasta.

“Satgas pangan yang harus bergerak, jangan diberikan kesempatan untuk mereka bermain seperti itu. Ini sangat merugikan petani dan ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo mengatakan harga pembelian beras oleh Bulog naik dari Rp8.300 ke Rp8.800 per kilogram.

Sementara stok Bulog saat ini mencapai 880 ribu ton dan akan ditingkatkan ke 1,2 juta ton.

Ia mengakui jika kenaikan harga beras tidak dapat dihindari saat ini. Kondisi ini disebabkan naiknya harga pupuk, biaya tanam, serta biaya distribusi.

Baca Juga :  Dapat Bantuan Beras dari Pemerintah, Ratusan Warga Antre di Kantor Pos

“Memang ada distribusi yang BBM naik, tetapi seharusnya tidak terlalu tinggi kenaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok dan harga beras akan stabil hingga akhir tahun ini.

Zulhas mengatakan produksi hingga akhir tahun memang tidak bisa diubah saat ini. Sebab, proses tanam hingga panen membutuhkan waktu lama.

“Kalau produksi kan sampai akhir tahun enggak bisa diubah lagi. Enggak mungkin menanam hari ini, besok tumbuh,” ujarnya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Namun, pemerintah akan melakukan operasi pasar demi menjaga stabilitas ketersediaan dan harga beras.

“Operasi pasar betul-betul bisa serempak di seluruh tanah air terutama di daerah yang naiknya signifikan. Kita akan memastikan stoknya ada, harganya terjangkau,” ujarnya.

Komentar