SWARAID-JAKARTA, (18/01/2021): Gempa tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Barat selama tiga hari berturut-turut (14-16/01/21). Dampak dari guncangan tersebut, tak hanya menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal namun juga merobohkan beberapa fasilitas umum. Tak ayal, jumlah korban pun kian bertambah di setiap harinya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan sebanyak 3 unit helikopter di lapangan guna membantu distribusi logistik yang dibutuhkan. Bahkan petugas BNPB untuk sementara waktu bakal berkantor di Mamuju, Sulbar sebagai bagian dari upaya penanganan gempa.
Pengungsian warga terdampak tersebar di 10 titik di Kabupaten Majene, yakni; Desa Kota Tinggi, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbau di Kec. Ulumanda, Kec. Malunda, dan Kecamatan Sendana. Sedangkan di Mamuju terdapat 5 titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar terus memperbarui pendataan dan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, serta relawan dan instansi lainnya untuk proses evakuasi warga terdampak gempa.
Berdasarkan catatan BNPB, hingga Minggu (17/01), total korban meninggal dunia sebanyak 73 orang, 826 korban luka-luka (657 warga Majene, 189 warga Mamuju) dan jumlah pengungsi sebanyak 15 ribu orang.
“Baru saja kita mendapat update terakhir. Jadi tolong dicatat ulang untuk korban meninggal dunia di gempa bumi 6,2 magnitudo yang terjadi 25 Januari lalu, di Kabupaten Majene 9 orang, Kabupaten Mamuju meninggal 64 orang. sehingga total semuanya adalah 73 orang meninggal.” Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB (CNN Indonesia).
Raditya juga memastikan kebutuhan air bersih, makanan, hingga pakaian akan tercukupi dan memadai hingga sepuluh hari ke depan.
Sebelumya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa Sulbar sebesar Rp.4 miliar pada Sabtu (16/01). Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp. 2 miliar untuk untuk Provinsi Sulawesi Barat dan masing-masing Rp. 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.
BNPB juga mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit light tower, 200 unit velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 masker kain, 700 pak mi sagu, dan 300 unit genset 5 KVA.















Komentar