14 September 2020 - 01:44 WIB | Dibaca : 2,752 kali

Bela Diri Penting: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terus Meningkat

Laporan : Tim Swara
Editor : Ki Edi Susilo

SwaraID-Palembang (14/09/2020) Semakin meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan membuat kita miris. Selama sepuluh tahun terakhir, jumlah pelaporan dari kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat. Hanya pada 2010 dan 2016 angka pelaporan menurun. Pada 2010, laporan menurun 26,8% dari 143.586 kasus menjadi 105.103 kasus. Sementara itu, pada 2016 jumlah laporan menurun 19,5% dari 321.752 menjadi 259.150 kasus.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan pada 2018 mencapai 406.178 kasus, meningkat 16,6% dibandingkan 2017 yang sebanyak 348.446 kasus. Data tersebut berasal dari Catahu yang dikompilasi berdasarkan data perkara yang ditangani Pengadilan Agama sebanyak 96% (392.610 kasus) dan 209 lembaga mitra pengada layanan sebanyak 3% (13.568 kasus).

Sementara tahun 2020 ini dalam catatanKomnas Perempuan Tercatat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 421.752 kasus bersumber dari data kasus/perkara yang ditangani Pengadilan Agama, 14.719 kasus yang ditangani lembaga mitra pengadalayanan yang tersebar sepertiga provinsi di Indonesia dan 1419 kasus dari Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR), unit yang yang sengaja dibentuk oleh Komnas Perempuan untuk menerima pengaduan korban yang datang langsung maupun menelepon ke Komnas Perempuan. Dari 1419 pengaduan tersebut, 1.277 merupakan kasus berbasis gender dan tidak berbasis gender 142 kasus.

Baca Juga :  Pj Gubernur Agus Fatoni Teken MoU Jejaring Pengampuan Layanan Prioritas Rumah Sakit

Begitu besarnya angka kekerasan terhadap perempuan. selain menanamkan kesadaran terhadap pentingnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan terhadap semua elemen masyarakat. memberikan bekal bela diri terhadap perempuan menjadi sebuah keharusan. Bela diri bisa melindungi dan menjadikan perempuan merasa lebih aman.  dengan gerakan tendangan dan memukul, yang terus di latih dan di asah maka akan menjadikan perempuan menjadi lebih merasa aman ketika melakukan aktivitas sehari hari.

Ketika ada orang asing mengganggumu, kamu tahu gerakan yang harus dilakukan untuk membuatnya tidak berkutik. Karena tahu cara melindungi diri sendiri, akan timbul rasa aman ke mana pun dan di mana pun kamu berada.

Seperti di ungkapkan oleh Titin (21) , gadis belia ini yakin salah satu cara untuk menjaga diri karena tingginya angka kekerasan perempuan dia harus menguasai teknik bela diri, Titin mengatakan ” Perempuan wajib dan harus bisa belajar beladiri demi untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan dan tidak di nilai sebagai kaum yang lemah” ujarnya

Baca Juga :  Polsek Muara Padang Amankan 2 Pelaku Curat dan 2 Pelaku Lainnya Masih DPO

Lebih lanjut Titin menambahkan “Saat ini kekerasan terhadap semakin meningkat. selain kita harus terus menyampaikan kepada mereka yang suka nyakitin perempuan dalam hal fisik. kita sebagai cewek harus mampu menjaga diri, belajar bela diri adalah salah satu cara ampuh kita menjadi dan merasa aman di keramain” tutur Titin yakin

lain Lagi dengan Titin, Santi (23) Menyampaikan ” Kita tetap penting untuk terus Memberikan kesadaran kepada semua komponen masyarakat bahwa melakukan kekerasan terhadap perempuan adalah hal yang jauh dari keadaban.  hal itu merupakan kemunduran dalam pergaulan hidup manusia, jadi kita harus menjauhi itu semua” terang Santi

Terkait apakah Beladiri Penting untuk di miliki oleh perempuan untuk menjaga diri  Santi Menuturkan “Penting, penting banget itu Mbak, kita harus bisa jaga diri. selain bela diri ini bisa menyehatkan karena beladiri adalah salah satu olahraga sehingga badan kita jadi sehat juga fisik kuat. beladiri menjadikan kita menjadi merasa aman dan nyaman ketika kita bepergian”. Jelas Santi.

Baca Juga :  Herman Deru Motovasi Petani Agar Memiliki Jiwa Wirausaha

 

Komentar