SWARAID, PALEMBANG: Mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak, Pemerintah Kota Palembang gelar rapat koordinasi, Selasa (31/5/22).
Dipimpin langsung sekretaris daerah kota Palembang Ratu Dewa, diikuti pejabat Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Dinas Kesehatan Kota Palembang, serta seluruh camat dan lurah di kota Palembang.
Menurut Sekda Ratu Dewa, wabah PMK mulai terdeteksi menjangkiti beberapa sapi ataupun hewan ternak di Palembang ini pada awal Mei 2022.
Oleh sebab itu guna mencegah wabah PMK tidak menyebar luas ke hewan ternak lainnya, perlu dilakukan tindakan antisipasi seperti melakukan isolasi dan pengobatan kepada hewan ternak yang terdeteksi terjangkit wabah PMK.
Kata Sekda dalam penanganan wabah PMK ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada satu atau dua instansi atau organisasi perangkat daerah (OPD) saja, oleh karenanya perlu dilakukan rakor agar bisa dilakukan tindakan secara bersama.
Sekda juga mengimbau seluruh camat dan lurah untuk rutin memonitoring pemeliharaan hewan ternak atau pasar penjualan hewan ternak di wilayahnya masing-masing.
“Pemerintah Kota Palembang siap menjadi garda terdepan untuk mengatasi permasalahan penyakit ini. Saya minta seluruh camat dan lurah melihat langsung ke lapangan, rutin memantau terkait penyakit PMK ini dan berkoordinasi dengan instansi terkait, ” ujar Sekda.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang Sayuti mengatakan, wabah penyakit mulut dan kuku berasal lebih banyak menjangkiti hewan ternak seperti sapi, domba, kambing.
Saat ini hewan ternak yang terdeteksi terjangkit PMK berada di kawasan Ilir Barat I dan Kelurahan Siring Agung.
“Tingkat penularan PMK antar hewan bisa mencapai 90-100 persen, dengan tingkat kematian di bawah lima persen,” tutup Sayuti.












Komentar