4 Desember 2022 - 12:42 WIB | Dibaca : 836 kali

Analisis Potensi Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Studi Kasus : Hasil KKN di Kecamatan Rambutan, Banyuasin

Penulis: Dinda Putri Thahara, Lisa Monica, Fitri Wulandari

Dosen Pembimbing: Layang Sardana, S.H., M.H

ABSTRAK

Penelitian ini cara membuat gulo puan atau gula susu. Gulo puan merupakan produk olahan susu kerbau yang dilakukan oleh pengelola gulo puan/gula susu. Gulo puan/gulo susu sebagai alternatif bahan pemanis tambahan makanan dan merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat desa rambutan kecamatan rambutan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prokduktivitas , kontribusi terhadap pendapatan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya susu kerbau yang ada di sekitar lingkungan. Objek penelitian ini adalah pembuatan gulo puan/gula susu.

Data yang dikumpulkan terdiri dari karakteristik responden, proses pembuatan gulo puan, perhitungan produktivitas dan kontribusi pendapatan masyarakat.

Karena pada saat ini sebagian masyarakat menjadikan prokduktivitas gulo puan sebagai usaha sampingan, sehingga untuk mengatasi ekonomi.

Sebagian masyarakat memanfaatkan susu kerbau dilingkungan mereka dengan membuat gulo puan.

Metode yang digunakan adalah metode observasi pengamatan langsung pembuatan gulo puan. Dari awal memerah susu kerbau sampai pembuatan gulo puan. Agar penjualan menghasilkan pendapatan yang lumayan banyak, maka dalam pengemasannya dibuat bervariasi.

ABSTRACT

This research is how to make gulo puan or milk sugar. Gulo puan is a processed buffalo milk product carried out by the manager of gulo puan / milk sugar. Gulo puan / gulo milk as an alternative to food additives and is the livelihood of some people in rambutan village, rambutan district.

The purpose of this study is to determine the productivity, contribution to community income and utilization of buffalo milk resources around the environment. The object of this study is the manufacture of gulo puan / milk sugar.

The data collected consists of the characteristics of respondents, the process of making gulo puan, the calculation of productivity and the contribution of community income.

Because at this time some people make gulo puan productivity as a side business, so as to overcome the economy.

Some people use buffalo milk in their environment by making gulo puan. The method used is a direct observation method of making gulo puan. From the beginning of buffalo milking to the manufacture of gulo puan. In order for sales to generate quite a lot of income, the packaging is made varied.

1.PENDAHULUAN

Baca Juga :  Pro Kontra Lahan "Peleburan", Warga Rantau Bayur Belum 100% Mau Jual Aset

Gulo puan merupakan salah satu bahan pangan yang terbuat dari susu kerbau. Gulo puan adalah produksi hasil pemerahan susu kerbau dengan pemasakan sampai kadar air dengan sangat rendah, sehingga ketika dingin akan mengeras. Gulo puan memiliki kelebihan antara lain warna kecoklatan dan aroma yang khas.

Menurut The Philippine Food and Nutrition Reseacrh Institute, gulo puan memiliki indeks glikemik 35 atau tergolong rendah (<55), sedangkan gula pasir memiliki indeks glikemik 64 atau nyaris tinggi (>70), sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes atau masyarakat yang ingin menjaga kesehatan.

Gulo puan diproduksi oleh pengrajin Gulo puon dengan kapasitas produksi 3 kg/hari namun bisa mencapai 8-56 kg/minggu atau lebih, tergantung dari susu kerbaunya.

Keterbatasan pengetahuan dan rendahnya tingkat pendidikan pengrajin Gulo Puan menyebabkan mulai dari proses pemerahan susu sampai pengemasan kurang diperhatikan.

Gula yang dihasilkan dari pengolahan gulo puan sangat membantu dalam menambah penghasilan masyarakat di Desa Rambutan Kecamatan Rambutan. Sudah mulai jarang masyarakat Desa Rambutan dalam memproduksi gulo puan. Dikarenakan sekarang bahan pembuatan gulo puan yaitu susu kerbau mulai langka.

Untuk menompang ekonomi agar mereka memiliki penghasilan, mereka juga bekerja di sawah dan adapula yang memanfaatkan pohon karet untuk di pahat.

Pada umumnya masyarakat di Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, bermata pencaharian sebagai pembuat gulo puan dan sebagai petani. Dan sebagian masyarakat seperti anak muda merantau untuk bekerja di kota. Dari hasil survey terdapat 1 warga sebagai pembuat gulo puan atau gula susu.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari hasil penjualan gulo puan ini cukup membantu. Berdasarkan keadaan tersebut, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang produktivitas dan kontribusi pengolahan gulo puan atau gula susu terdapat pendapatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.

Namun, ada sebagian masyarakat yang mempunyai kerbau tetapi tidak dimanfaatkan alasannya penghasilan dalam penjualan gulo puan tidak seberapa.

Adapula yang menjadikan sebagai usaha sampingan sehingga masyarakat tetap memiliki penghasilan meskipun dirumah, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam contohnya yaitu susu kerbau dengan dibuatnya gulo puan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas, hasil pendapatan penjualan gulo puan atau gula susu dan pemanfaatan sumber daya susu kerbau

Baca Juga :  4 Proyek Digarap Bersamaan, LSM Soroti Pembangunan di Sekolah Ini

2. METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Desa Rambutan Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Waktu penelitian adalah 1 bulan. Yang meliputi tahap persiapan, analisis dan pengolahan data, serta penyusunan laporan hasil penelitian. Objek dalam penelitian adalah masyarakat pembuat gulo puan / gula susu.

Tahap persiapan yang dilakukan adalah melakukan observasi atau pengamatan langsung. Jumlah pembuatan gulo puan / gula susu sebanyak 1 orang. pengumpulan data meliputi data sekunder dan data primer.

Data primer adalah data yang diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran produk pengolahan gulo puan / gula susu dan data pendapatan masyarakat. Data sekunder adalah data yang meliputi data pendapatan masyarakat.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Data hasil pengamatan masyarakat pembuat gulo puan / gula susu menurut umur, status perkawinan dan jumlah anggota keluarga.

Analisis Potensi Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Tabel 1. Karakteristik masyarakat pembuat gulo puan / gula susu.

Tabel diatas menunjukkan responden yang diteliti antara usia 50 Tahun sebanyak 1 orang. pembutana gulo puan / gulo susu dilakukan secara turun menurun, sehingga keadaan ini mempermudah berkembangnya pembutan gulo puan / gula susu.

Dilihat dari jenis kelamin, pembuat gulo puan / gulo susu ditekuni oleh perempuan. Pekerjaan membuat gulo puan / gula susu memerlukan ketekunan, keuletan serta ketelitian. Pembuat gulo puan / gula susu mereka memiliki susu kerbau sendiri sehingga mereka leluasa memanfaatkan susu kerbau tersebut.

Dari hasil penelitian menunjukkan jumlah responden masyarakat sudah berkeluarga. Bagi masyarakat di Desa Rambutan Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin pembuatan gulo puan / gula susu merupakan usaha sampingan yang sudah lama. Karena hasil penjualan gulo puan / gula susu ini dapat memberikan pendapatan tambahan mereka.

Proses pengambilan Susu dan Pembuatan Gulo Puan.

Proses pengambilan susu diawali dengan bersihkan terlebih dahulu ambing dan puting susu kerbau dengan air hangat untuk merangsang keluarnya susu, keringkan ambing dan puting dengan lap bersih, oleskan minyak kelapa atau bahan pelican lain yang amat untuk memudahkan pemerahan serta menghidari luka pada puting saat di perah, perah empat puting susu dengan tangan hingga susu habis, untuk menjaga kenyaman kerbau sebaiknya satu ekor kerbau ditangani oleh satu orang saja, setelah selesai memerah cuci lagi ambing dan puting susu dengan air hangat, saring susu hasil perahan dengan kain penyaring untuk memisahkan bulu, kotoran atau sisa makan yang masuk kedalam susu, setelah itu pindahkan susu kedalam wadah atau kantung plastilk yang bersih.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Banyuasin Menimbulkan Sorotan

Pengambilan susu dilakukan 1× sehari yaitu jam 6 pagi, pengambilan pada pagi hari langsung dituangke wajan dan dimasak dengan api kecil atau sekedar bara bertujuan untuk menghindari air susu basi.

Kendala yang bisa ditemukan dalam proses pengambilan susu adalah masih rendahnya produktivitas kerbau perah yang dipelihara peternak, karena mutu genetik atau bibit kerbau perahnya rendah, juga karena manajemen budidaya ternak dan kualitas pakan yang diberikan tidak memadai. Dan juga ketika turun hujan proses pengambilan susu terhambat karena kondisi jalan yang buruk.

Proses Pembuatan Pengolahan Susu Kerbau Menjadi Gulo Puan / Gula Susu dan Proses Pemasaran

Susu dan gula pasir direbus dengan api besar. Susu harus sering diaduk selama proses rebusnya agar tidak gosong.

Karena jika gosong dapat merusak hasil prosuksi dari gulo puan yang akan jadi. Setelah direbus beberapa lama, cairan susu tersebut akan berubah warna secara perlahan-lahan menjadi warna coklat.

Disamping itu cairan susu yang sudah berubah warna kecoklatan pun akan mengeluarkan letupan-letupan kecil setelah ditunggu selama kurang lebih 2 jam.

Jika sudah menandakan bahwa susu atau cairan gulo puan sudah matang kemudian dapat diangkat setelah itu ditunggu hingga gulo puan dingin dan mengeras.

Analisis Potensi Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Proses pembuatan gulo puan

Perbedaan tinggi rendahnya gulo puan / gula susu tersebut disebabkan karena perbedaan total waktu pemasakan. Selain itu produktivitas pengolahan gulo puan / gula susu dipengaruhi oleh kuantititas dan kualitas susu yang dimasak dan keterampilan pembuat.

Pendapatan Pengolahan Gulo Puan / Gula Susu

Pendapatan masyarakat pengolah gulo puan / gula susu tidak menentu. Pada saat penelitian produksi gulo puan / gula susu sedang langka. Biasanya satu hari bisa menghasilkan 3 kilogram gulo puan. Masyarakat menjual hasil pengolahannya yaitu Rp. 300.000,00.

4. KESIMPULAN

Produktivitas pembuatan gulo puan / gula susu di Desa Rambutan Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin tergantung dari kualitas susu dan hasil pengambilan susu.

Saran
Untuk meningkatkan harga dan daya tarik gulo puan / gula susu sebagai sumber pemanis bahan makanan, perlu dilakukan peningkatan kualitas gulo puan / gula susu baik dari segi bentuk cetakan dan pengemasan. Sehingga dengan demikian produk gulo puan tersebut bisa dijual pasar modern.

Komentar