Senin, 4 Oktober 2021 10:02 WIB

Ada Belatung Dilukanya! Begini Kondisi Pekerja Instalasi ICONNET Milik PLN

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :1.514 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (04/10/2021): Pemasangan instalasi jaringan ICONNET milik PLN memakan korban, Andrean Saputra (23) merupakan seorang pekerja lapangan dari PT. Bening Mulya Grup (PT BMG) sebagai subkontraktor instalatir jaringan ICONNET.

Andrean yang sempat dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi telah dua pekan kembali ke rumah, namun kondisinya tak kunjung membaik, bahkan ditemukan adanya belatung dari luka Andrean yang mulai membusuk.

Hingga saat ini, pekerja PT BMG ini belum juga mendapat perhatian dari perusahaan tempatnya bekerja.

Selama di rumah, Andrean hanya mendapatkan perawatan seadanya. Tumina sang ibu menerangkan selama di rumah Andrean sudah tiga kali ganti perban dengan biaya satu kali penggantian sebesar Rp. 500.000 termasuk biaya jasa pemasangan.

Selama di rumah, Andrean hanya mengkonsumsi antibiotik dan Paracetamol yang dibeli orangtuanya menggunakan uang pribadi.

Bahkan Tumina mengungkapkan, dirinya sempat menemukan belatung dari luka bakar Andrean dibagian tangan kiri.

Setiap lima hari sekali perban yang membalut luka Andrean harus diganti, sebab bila terlambat sehari saja sudah menimbulkan bau busuk yang menyengat.

“Lima hari sekali perbannya Andrean harus diganti, terlambat sehari saja ada bau busuk, itu perban kami beli sendiri sama jasa pasangannya lima ratus ribu,” terang sang ibu saat ditemui di rumahnya di Perumahan Kampoeng Sukarame Asri, Sabtu (02/10/21).

Baca Juga :  PT BMG Kembali Bertemu Sarbumusi; Bahas Kelanjutan Penyelesaian Kasus Pelanggaran Hak Buruh

Diterangkan oleh sang ibu, dalam merawat Andrean, dirinya dibantu oleh tetangga yang kebetulan adalah Perawat salah satu rumah sakit di Kota Palembang.

“Alhamdulillah, untung ada tetangga yang kebetulan seorang perawat rumah sakit di Palembang, jadi dia itulah yang bantu kami buat gantiin perban Andrean, sebab kami takut sembarangan pasang,” ungkapnya.

Tumina khawatir, akibat kecelakaan  tersebut Andrean akan mengalami cacat badan. Sebab di bagian ketiak tangan kanannya yang juga robek akibat sengatan listrik membuatnya kesulitan menggerakkan tangan kanan.

“Kalau dilihat luka Andrean apalagi yang tangan kanan itu sulit digerakkan,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Andrean dan keluarga, pihak perusahaan tidak pernah sama sekali menghubungi semenjak dirawat di rumah sakit hingga sekarang.

Tumina juga bercerita, mereka tidak dapat membayar biaya operasi Andrean yang berkisar Rp 40 juta. Untuk itu mereka harus menjadikan KTP dan KK sebagai jaminan.

“Kami bisa keluarkan Andrean dari rumah sakit akibat tidak bisa membayar biaya operasi Andrean, jadi 3 KTP asli dan Kartu Keluarga asli kami di tahan sebagai penjamin,” ujarnya.

Baca Juga :  Sumsel Lima Besar Provinsi Tertinggi Penilaian Indeks Inovasi Daerah

PT BMG yang berpusat di Bengkulu adalah perusahaan tempat Andrean bekerja dan lepas tangan terhadap Andrean yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas dari perusahaan.

“Tidak ada serupiah pun perusahaan coba bantu kami,” lanjutnya kembali.

Tumina menerangkan menyangkut keselamatan Andre beliau berkeinginan dapat kembali melanjutkan operasi anaknya hingga rampung.

Dijelaskan, Andrean baru menjalani operasi sebanyak tiga kali dan mesti menjalani dua kali operasi lanjutan dan bila tidak dilanjutkan ada ancaman Andrean bakal mengalami cacat permanen.

“Sebenarnya kami ingin Andrean dapat segara melanjutkan operasinya, tapi karena tidak punya biaya kami pasrah dan seharusnya perusahaan yang bertanggung jawab,” tutupnya penuh harap.

Sementara itu, pendampingan/upaya yang sudah dilakukan terkait hak buruh oleh Dewan Pimpinan Wilayah Konfederasi Sarikat buruh Muslimin Indonesia (DPW-K SARBUMUSI) Sumsel telah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak PT BMG yang ketiga kalinya.

DPW-K Sarbumusi Sumsel yang mendapatkan hak kuasa penuh terhadap Andrean bahkan sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak PT Haleora yang memberikan/subkontrak tender pemasangan instalasi ICONNET milik PLN kepada PT BMG.

Baca Juga :  Laboratorium Keagamaan FITK UIN RF Ajukan Pemberian Reward Mahasiswa Berprestasi

“Kami sudah konfirmasi ke PT Haleora, tidak ada bahwasanya ada PT BMG di situ,” ungkap Abul Hasan Al Asy’ari Ketua DPW-K Sarbumusi Sumsel.

Bahkan diterangkan kembali oleh Ari, setelah dicek status Andrean di BPJS ketenagakerjaan terungkap bahwa Andrean baru didaftarkan oleh PT BMG setelah terjadinya kecelakaan.

“Artinya PT BMG ini banyak melakukan pelanggaran dalam ketenagakerjaan,” ungkap Ari.

Sekarang DPW-K Sarbumusi sumsel telah memasukkan surat ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan, agar menindak tegas PT BMG.

“Kami pernah coba mengkonfirmasi ke pihak PT BMG, tapi tidak ada tanggapan sampai saat ini, itu artinya PT BMG tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini. Kami juga mempertanyakan pihak-pihak yang memberikan legalitas dan perizinan beroperasinya PT BMG ini di Kota Palembang, termasuk proses tender pemasangan instalasi ICONNET milik PLN ini,” tutupnya.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya