13 Agustus 2022 - 01:47 WIB | Dibaca : 999 kali

Warganya Dipukul Oknum Paspampres, Gibran Marah Hingga Tarik Masker

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Hari Misbah mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan murni kesalahannya

SWARAID, SOLO: Kemarahan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kepada seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menjadi viral di media sosial.

Diketahui, Gibran marah lantaran oknum Paspampres yang dimaksud telah melakukan tindak kekerasan yakni pemukulan kepada seorang supir truk yang terjadi di sekitar Stadion Manahan, Solo, Selasa (9/8/22).

Dalam video tersebut, oknum Paspampres yang bernama Hari Misbah mengucapkan permohonan maaf di depan awak media usai bertemu dengan Gibran.

Kemudian cukup mengejutkan, secara tiba-tiba, Wali Kota Solo yang juga putra Presiden Joko Widodo tersebut menarik masker Hari Misbah, bahkan masker tersebut tampak putus. Sehingga terlihat jelas wajah Hari Misbah di hadapan publik.

“Siap, saya mengakui saya salah. Saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulanginya kesalahan saya,” kata Hari Misbah seperti yang dilihat dalam akun YouTube Berita Surakarta, Jumat (12/8/22).

“Saya minta maaf juga kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya, mohon maaf. Karena perbuatan saya mungkin menyakiti hati dan keluarganya. Kepada warga Solo saya juga minta maaf,” lanjutnya.

Baca Juga :  Colek Jubir Presiden, Anita Wahid : Presiden Juga Harus Punya Juru Dengar!

Sebelumnya, aksi penganiayaan tersebut sempat viral dan membuat heboh jagat maya di media sosial.

Bermula ketika muncul postingan dari seorang warganet yang menceritakan kronologi kejadian pemukulan tersebut. Sontak mendapat respons dari Gibran selaku Wali Kota Solo.

Lantas Gibran langsung memanggil anggota Paspampres tersebut pada hari Jumat (12/8/22).

Dalam klarifikasinya, Misbah menceritakan kejadiannya hingga terjadi tindakan pemukulan. Ia mengatakan saat itu sedang berada di lampu merah kawasan Manahan dan hendak menuju ke daerah Sumber dari arah timur.

Lampu sudah berubah menjadi merah namun ia masih memaksakan untuk maju. Kemudian dari depan, mobil sudah tutup. Akhirnya kena bagian belakang truk dan mobil yang ditumpangi oleh anggota Paspampres tersebut pecah pada bagian kaca.

Misbah sendiri juga mengakui kalau dalam kejadian tersebut ia sedang tidak dalam keadaan urgen atau penting.

“Saat kejadian tidak sedang mengawal, tapi sendiri. Pakai mobil rental dan pakai sopir. Siap, tidak ada. Ini murni kesalahan saya,” akunya.

Mulanya, Gibran mengunggah sebuah cuitan di Twitternya bahwa ia hendak mencari anggota Paspampres yang seenaknya memukul orang lain tersebut. Cuitan itu pun langsung ramai mendapatkan tanggapan warganet.

Baca Juga :  Erick Rombak Susunan Komisaris dan Direksi BUMN; Kini Giliran PLN

Setelah ditemukan anggota yang memukul warganya, Gibran kemudian memanggilnya bersama dengan sopir truk yang menjadi korban. Paspampres itu pun tiba di Balai Kota Solo sekitar pukul 10.36 WIB dan langsung masuk ke ruangan Gibran.

Gibran pun mengundang sopir truk yang jadi korban pemukulan anggota Paspampres itu. Ia juga sampai memanggil pemilik mobil rental.

Setelah pertemuan itu usai, anggota Paspampres Hari Misbah pun meminta maaf atas kejadian itu. Hari Misbah mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan murni kesalahannya. Pada saat ditanya mengapa melakukan pemukulan, Misbah mengaku khilaf dan salah.

Sementara itu, Surat Izin Mengemudi (SIM) korban yang diambil sudah dikembalikan kepada pemiliknya.

“Kalau mukul saya mengaku salah dan khilaf dan SIM sudah dikembalikan kepada bapaknya,” ungkapnya.

Gibran pun berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi,

“Tugas saya yang melindungi dia (warga). Nek ora viral, ora minta maaf, dan nggak ngembalikan SIM (Surat Izin Mengemudi),” kata Gibran.

Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat Sudjatmiko angkat berbicara mengenai adanya tindakan anggota paspampres bernama Hari Misbah yang memukul sopir truk. Wahyu memastikan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap anggota Paspampres tersebut.

Baca Juga :  Gedung Cyber 1 Terbakar; Ada Korban Jiwa, 2 Anggota Bursa Tak Bisa Transaksi

“Pasti kami akan berikan sanksi sesuai dengan kesalahannya supaya tidak diulangi lagi dan menjadi contoh untuk tidak ditiru yang lainnya,” kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (12/8/22).

Meski demikian, Wahyu menuturkan kalau sanksi tersebut belum bisa diberikan untuk saat ini. Sebabnya, Hari Misbah yang menjadi pelaku pemukulan masih berada di Solo, sehingga belum bisa diperiksa untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, Wahyu juga menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka karena warganya menjadi korban pemukulan.

Ia berjanji para prajurit yang bertugas mengawal presiden akan lebih humanis kepada masyarakat.

“Kami minta maaf kepada pak wali kota, karena prajurit kami telah menyakiti warganya. Kami berjanji akan memberikan saksi kepada prajurit yang bersalah dan berusaha untuk lebih baik lagi dan lebih humanis terhadap masyarakat,” tandasnya.

Komentar