22 Desember 2021 - 23:05 WIB | Dibaca : 1,580 kali

Waketum PRIMA Dapat Penghargaan di Hari Ibu, Wahida Ingatkan Perjuangan Perempuan

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG : Hari Ibu Nasional diperingati setiap tanggal 22 Desember, namun ada sesuatu yang menarik pada peringatan Hari Ibu kali ini.

Emak-emak di kota Palembang merayakannya dengan mengadakan rapat akbar dan senam sehat di Stadion Kamboja, Rabu (22/12/21).

Giat yang dilakukan bersama Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Indonesia ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama istrinya Febrita Lustia, Walikota Palembang H. Harnojoyo beserta istrinya Selviana Harnojoyo, Sekda Kota Palembang Ratu Dewa beserta istrinya Dewi Sastrani, Ketua Umum Gencar Charma Afrianto, beserta ratusan ibu-ibu Dharma Wanita Palembang.

Pada momen tersebut, Gubernur Sumsel memberikan penghargaan dari DPP Gencar kepada para perempuan sekaligus ibu yang berjasa dan menginspirasi kaumnya, yaitu:

  • Rektor Universitas Kader Bangsa DR. Hj. Irzanita, SH.,SE.,SKM.,MM.,M.Kes.
  • Ketua Tim Penggerak PKK Palembang, Selviana Harnojoyo.
  • Leanpuri Center & Foundation
  • Menteri Ketenagakerjaan Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si.
  • Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru
  • Ketua DPRD Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H.
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DR. (H.C.) Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.Sos.
  • Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur Indonesia Wahida Baharudin
  • Ketua Dharma Wanita Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa
Baca Juga :  Pembangunan IKN Nusantara, KLHK Siapkan 42 Ribu Hektare Lahan

Dihubungi SWARAID, Waketum Partai Rakyat Adil Makmur Indonesia (PRIMA) salah satu penerima penghargaan tersebut mengingatkan kembali bahwa tujuan diperingatinya Hari Ibu adalah untuk menegakkan hak-hak kaum perempuan.

“Terima kasih atas penghargaan DPP Gencar. Penghargaan ini merupakan kilas balik tentang sejarah kebangkitan kaum perempuan yg berkongres di Yogya 22 Desember – 25 Desember. Tujuan untuk menegakan hak2 dasar kaum perempuan antara lain, soal pendidikan dan status dlm pernikahan.” Katanya.

Ia pun mengingatkan agar 22 Desember tidak hanya menjadi momen seremonial, namun yang utama adalah perjuangan politik kaum perempuan.

“Salah satu perjuangan politik membuka seluas-luasnya keberadaan kaum perempuan. Dalam politik keterwakilan kaum perempuan 30 persen menjadi keharusan.” imbuh Wahida yang juga merupakan Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Lebih lanjut ia berharap, kuota perempuan di Sumsel baik di legislatif maupun eksekutif, keterwakilan perempuan bisa mencapai 50 persen.

“Pesenku kepada ibu, seorang ibu bukan hanya melahirkan generasi tapi lebih utama meletakan nilai-nilai suatu bangsa pada satu generasi. Selamat hari ibu, semoga ke depan sistem ekonomi politik kita lebih berpihak pada perempuan.” Tutup Wahida.

Baca Juga :  Momen Hari Ibu, TP PKK Sumsel Berbagi Paket Sembako

Komentar