oleh

Sriwijaya Air SJ 182 Berusia 26 Tahun, KNKT : Kalau Dirawat, Harusnya Tidak Ada Masalah

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :126 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-JAKARTA, (10/01/21): Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang diduga kuat jatuh di kawasan perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (09/01/21) berisi 12 kru, 50 orang penumpang, 7 diantaranya anak-anak, dan 3 bayi.

Diketahui pesawat bernomor seri Boeing 737-500 tersebut mengalami hilang kontak setelah 4 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, yang mana pesawat tujuan Pontianak tersebut lepas landas pada pukul 14.36 WIB dan dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jeff Jauwena mengatakan bahwa sebelum keberangkatan, pesawat tersebut memang sempat delay selama 30 menit disebabkan karena cuaca buruk akibat hujan deras,

Delay akibat hujan deras, makanya ada delay 30 menit pada saat boarding.” Jelas Jeff sebagaimana dilansir dari Kompas.com

Namun Jeff memastikan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ I82 tersebut dalam kondisi baik saat terbang,

“Kondisi pesawat informasi yang saya peroleh juga bahwa pesawat dalam kondisi sehat, karena sebelumnya sudah terbang ke Pontianak pulang-pergi, kemudian ke Pangkal Pinang , baru ini rute kedua ke Pontianak. Jadi seharusnya tidak ada masalah.” Tegas Jeff.

Baca Juga :  UU ITE, Jokowi : Kalau Tidak Memberikan Rasa Keadilan, Revisi !

Sementara Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Suryanto Cahyono turut berkomentar mengenai hal tersebut, dilansir dari laman yang sama, berikut penuturannya

“Umur pesawat dibuat tahun 1994, jadi kurang lebih antara 25 sampai 26 tahun. Jadi berapa pun umurnya, kalau pesawat itu dirawat sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam hal ini dari Ditjen Perhubungan Udara, harusnya tidak ada masalah,” Ujar Suryanto yang mengaku bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data-data terkait pesawat tersebut.

Dalam laman resminya, manajemen Boeing selaku produsen pesawat maskapai Sriwijaya Air tersebut menuliskan,

“Kami mengetahui pemberitahuan media dari Jakarta terkait penerbangan Sriwijaya Air SJ 182. Pikiran kami tertuju pada kru, penumpang, dan keluarga mereka. Kami menghubungi pelanggan maskapai kami dan siap mendukung mereka selama masa sulit ini.” Tulis Boeing.

Sementara tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok menemukan balon seluncur darurat di sekitar Pulau Lancang tadi malam (09/01/21) sekitar pukul 19.45 WIB. Benda yang mirip terpal tersebut memiliki kode nomor pesawat yang tertempel pada satu sisi benda tersebut.

Baca Juga :  JMSI Sambangi Walikota Terkait Pentingnya Dunia Siber Pada Piala Dunia Under-20

Selain itu, tim juga menemukan gulungan kabel sekitar pukul 00.15 WIB dini hari di lokasi dekat jatuhnya pesawat dan diduga merupakan milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Kepala Badan SAR Nasional, Marsdya Bagus Paruhito juga menyatakan bahwa pihaknya telah menerima serpihan-serpihan pesawat yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut.

 

 

 

Komentar

Berita Lainya