Direncanakan di bulan Oktober kita realisasikan bantuan tersebut yaitu untuk pelanggan PDAM berpenghasilan rendah dan ojol
SWARAID, PALEMBANG: Kabar adanya bantuan subsidi bagi pelanggan PDAM dan driver ojol yang terdampak kenaikan harga BBM di kota Palembang menjadi kabar yang begitu dinantikan.
Dijelaskan Sekda Ratu Dewa, bantuan tersebut bersumber dari kalkulasi dana dari DBH (Dana Bagi Hasil) dan DAU (Dana Alokasi Umum) yang disisihkan sebanyak 2 persen.
“Maka sesuai dengan arahan Wali Kota untuk pengendalian inflasi dan juga dampak dari kenaikan BBM. Ada dua program prioritas, yaitu pelanggan PDAM (MBR) yang berpenghasilan rendah dan ojol yang tergabung di ADO,” Ratu Dewa, Jumat (23/9/22).
Secara teknis, awalnya akan verifikasi sebelum disalurkan kepada yang berhak. Karena ada beberapa instansi yang harus ditertibkan termasuk penyampaian surat ke pusat dan provinsi.
Dengan berjumlah 13.700 SR (Sambungan Rumah) dari data PDAM dengan bantuan maksimal nanti Rp. 50 ribu per SR selama 3 bulan yaitu Oktober, November dan Desember dengan dana alokasi diperkirakan Rp. 2,055 Miliyar
“Direncanakan di bulan Oktober kita realisasikan bantuan tersebut yaitu untuk pelanggan PDAM berpenghasilan rendah dan ojol,” jelas Dewa kembali.
Di samping itu PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Musi Palembang kini telah berganti status menjadi Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Tirta Musi. Perubahan tersebut dilandasi PP No 54 tahun 2017 tentang BUMD.
Dikatakan Dewa pula, ada beberapa hal yang harus dibenahi oleh Perumda. Khususnya ada lebih kurang 322.400 pelanggan sambungan rumah.
“Yaitu pertama sisi keuangan PDAM, sisi sumber daya manusia, operasional.”
Sekda kota Palembang telah meninjau di beberapa unit Perumda ada beberapa hal yang dibenahi khususunya tingkat kebocoran, pelayanan, keamanan dan masih banyak yang harus ditingkatkan.
“Untuk itu dalam kesempatan ini akan diadakan rapat antara Dewas, DPKP dan seluruh jajaran PDAM,” tutup Sekda.














Komentar