17 Agustus 2024 - 08:35 WIB | Dibaca : 698 kali
Topik :

Sejumlah Pihak Pertanyakan Ikhwal Mundurnya Heri Amalindo sebagai Bacalon Gubernur Sumsel

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Swara.id | Palembang – Menjelang pendaftaran pilkada KPU pada Selasa, 27 Agustus 2024 – Kamis, 29 Agustus 2024 diprediksi 3 kandidat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan mendaftar.

Suhu panas mendekati pendaftaran para bakal calon kepala daerah di Pilkada kota/kabupaten  dan provinsi, atmosfer rekomendasi partai politik sangat menguras energi politisi.

Ferdian Andreas Lacony, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pali, akrab ditegur Bung Ferdi mengatakan,

“Menyayangkan mundurnya pencalonan Heri Amalindo sebagai kader PDI Perjuangan, Heri Amalindo sudah seharusnya mendapatkan support dari internal partai, karena saat ini, tidak ada kader di Sumsel yang menyatakan siap untuk calon Gubernur, hanya Heri Amalindo seorang. Sebagai ketua DPC saya berharap suara saya bisa didengar oleh DPP PDI Perjuangan. Nanti, keputusan tetap di tangan DPP PDI Perjuangan, sebab pak sekjend, Mas Hasto berkali-kali mengatakan mendorong kader yang siap bertempur untuk maju dalam konstetasi pilkada,” ujar Ferdi.

Bahkan, Paisal, akrab dipanggil Mang Madi, penggiat sosial kemasyarakatan warga Ogan Ilir turut berkomentar,

Baca Juga :  Ini Kata Mega Kenapa Pilih Sosok Ini Sebagai Cawapres Ganjar

“Kami antusias dengan program yang akan dijalankan bapak H. Heri Amalindo dan Popo Ali tapi keputusan pengunduran diri beliau sangat membuat kami kecewa, praduga kami sangat kuat tekanan di pilkada kali ini,” nyaring terdengar suara di speaker telepon.

Senada dengan dua narasumber diatas, Eko Sumantri, Ketum Serikat Pekerja PLN Indonesia, mengatakan,

“Beberapa hari lalu bersliweran di grup aplikasi chat, menunjukkan hasil survei paslon H. Heri Amalindo – Popo Ali yang tinggi, apalagi beliau sempat keliling daerah di Sumsel, tentunya logistik sudah siap,” tukas bung Eko.

Komentar