Rabu, 15 September 2021 11:31 WIB

Sarbumusi Sumsel Kecam Tindakan PT BMG Yang Menelantarkan Pekerjanya

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :746 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (15/09/21) : Tindakan menelantarkan pekerjanya akibat kecelakaan kerja, PT. Bening Mulya Grup (PT BMG) subkontraktor instalatir salah satu provider milik perusahaan BUMN di tuding telah melanggar peraturan pemerintah (PP) nomor 44 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Sumatera Selatan yang mendampingi kasus yang menimpa Andrean Syahputra, mengecam keras atas gestur lepas tangan yang dilakukan PT BMG terhadap Andrean.

“Kami DPW-K Sarbumusi sumsel mengutuk dan mengecam keras, terhadap PT. BMG karena salah satu anggota kami, Andrean telah mengalami kecelakaan saat melaksanakan tugas dari perusahaan.” Terang Abul Hasan Al Asy’ari atau biasa disapa Ari, Ketua DPW-K Sarbumusi sumsel, Rabu (15/09/21).

Andrean yang merupakan anggota dari Sarbumusi akan dikawal tuntas dalam penyelesaian kasus PT BMG yang enggan bertanggung jawab terhadap pekerjanya.

Sarbumusi segera melayangkan surat yang ketiga kalinya untuk melakukan pemanggilan terhadat pihak PT BMG melalui Disnaker Kota Palembang. Apabila hingga panggilan ke tiga belum memberikan jawaban, Sarbumusi akan membawa kasus ini ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Baca Juga :  SBSI Sumsel akan Gelar Rakerwil cari Ketua Baru

Ari menekankan ada sanksi yang dapat menjerat PT BMG, dapat berupa pencabutan izin usaha serta tidak diikut sertakan dalam pelelangan tender baik negeri ataupun swasta.

“Kami akan terus mendampingi sebab kami sudah mendapatkan surat kuasa dari pihak keluarga Andrean selain itu kami tunggu jawaban dari pihak PT. BMG,” tegas Ari.

Ari menerangkan hingga saat ini Andrean sudah menjalani operasi ke tiga atas luka yang bakar akibat kecelakaan kerja yang terjadi. Namun terangnya, belum ada itikad baik dari pihak perusahaan terhadap Andrean ataupun pihak keluarga.

“Berdasarkan dari pihak rumah sakit, Andrean akan menjalani operasi selama lima kali dengan akumulasi biaya sekitar 50 juta,” lanjut Ari.

DPW-K Sarbumusi Sumsel menuding PT BMG telah melanggar PP no 44 tahun 2014 tentang penyelenggaraan program jaminan kerja dan jaminan kematian.

Berdasarkan pasal itu, semestinya terhadap bidang kerja dengan resiko tinggi seperti tender yang diterima PT BMG wajib mendaftarkan terlebih dahulu pekerjanya ke BP Jamsostek atau BPJS ketenagakerjaan sebelum menerjunkan pekerjaannya ke lapangan.

“Karena apabila pekerja yang seharusnya melakukan kerja di lapangan belum mendapatkan asuransi, maka resiko keselamatan pekerja sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan,” terang Muslim sekjen DPW-K Sarbumusi Sumsel.

Baca Juga :  Mahasiswa Sumsel; Batalkan UU Omnibuslaw. Pendidikan Jangan di Liberalisasi

Menurutnya, PT BMG tidak mendaftarkan langsung pekerjanya ke BP Jamsostek atau BPJS ketenagakerjaan, namun baru mendaftarkan pasca kejadian yang menimpa Andrean.

Faktanya, hasil cek tim Sarbumusi Sumsel ke BPJS ketenagakerjaan kota Palembang, Andrean yang mengalami kecelakaan kerja pada tanggal 15 Agustus 2021 baru didaftarkan di tanggal 20 Agustus 2021. Berdasarkan itu, adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh PT BMG mengacu pada PP no 44 tahun 2015.

Bahkan berdasarkan informasi yang diterima Sarbumusi, PT BMG yang berkantor pusat di Bengkulu belum memiliki kantor tersendiri di tempat bekerja di kota Palembang.

Sedangkan untuk mendapatkan izin usaha dari Disnaker Kota Palembang, perusahaan wajib memiliki kantor tersendiri sebelum beroperasi di kota Palembang.

Tak hanya itu, pada pasal 86 ayat 1 Undang Undang nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, yang mewajibkan pemberi kerja haruslah menyediakan fasilitas penunjang kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja/buruh yang mereka pekerjakan.

“Dengan itu perusahaan yang notabene pemberi kerja seharusnya memberikan hak buruh tersebut sesuai dengan UU yang berlaku.” Tukas Muslim.

Baca Juga :  Jreng !! Saldo Rekening Anak Akidi Tio Tak Cukup 2 Triliun

Terlepas itu, pihak DPW-K Sarbumusi sumsel mengucapkan terimakasih kepada pihak Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesain (RSMH) Palembang yang memberikan pelayanan tanggap terhadap pasien Andrean tanpa ada jaminan dahulu guna menyelamatkan nyawanya sesuai kewajiban.

“Kami mengapresiasi terhadap pihak RSMH yang telah berani terhadap rekan kami korban atas nama Andrean memberi pelayanan tanpa jaminan untuk perawatan inap hingga bisa di bawa pulang saat ini.” Tutup Abul Hasan Al Asy’ari ketua DPW-K Sarbumusi Sumsel.

PT. BMG merupakan salah satu perusahaan yang mendapatkan sertifkat CIQS yang merupakan standar mutu jaringan akses telekomunikasi, sebagai mana tercantum didalam point pertama Kebijakan Mutu Keselatan Kerja PT.BMG yaitu mengupayakan kondisi tempat kerja yang aman dan nyaman sehingga mencegah potensi terjadinya kecelakaan dan dampak kecelakaan pada karyawan tenaga kerja dan mencegah adanya penggunaan obat-obatan terlarang/narkoba.

“Dalam hal ini seharusnya PT.BMG sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk tentang dampak apabila terjadi kecelakan kerja terhadap karyawan tenaga kerjanya”. tegas Muslim sekretaris DPW Serbumusi Sumsel.

Komentar

Berita Lainya