26 Juli 2022 - 11:52 WIB | Dibaca : 284 kali

Pro Kontra RKHUP, Forsuma dan BEM Nusantara Gelar Simposium Mahasiswa

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Lingkungan kampus yang merupakan miniatur sebuah negara haruslah sadar dan melek terhadap segala isu yang berkaitan dengan permasalahan kenegaraan

SWARAID, PALEMBANG: Forum Suara Mahasiswa (FORSUMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-NUS) gelar diskusi bertajuk “Bedah RKUHP Kontroversial” yang dikemas dalam Simposium Mahasiswa Sumsel di Ballroom Emilia Hotel, Selasa sore (26/07/22).

Hal itu menyusul digaungkannya kembali Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) oleh DPR RI yang disambut pro kontra oleh lapisan masyarakat.

Seperti yang diucap Ketua Forsuma Rudianto Widodo, selain banyak terdapat kejanggalan RKUHP, dalam isinya juga terdapat poin-poin yang dinilai akan menyengsarakan rakyat apabila jadi disahkan sebagai UU.

“RKUHP bukan isu baru, ini pertama kali didengungkan pada 2019 silam. Selama dua tahun pandemi terhenti dan saat ini kembali digaungkan oleh wakil rakyat di DPR RI,” ucapnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh mantan Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah Palembang ini, lingkungan kampus yang merupakan miniatur sebuah negara haruslah sadar dan melek terhadap segala isu yang berkaitan dengan permasalahan kenegaraan. Terlebih, karena KUHP ini merupakan pedoman di dalam kehidupan berkebangsaan kita.

Baca Juga :  Pasar Ikan Modern Sepi Pembeli ; Pedagang Hengkang!

“Dari total ratusan pasal yang tercantum di RKUHP setidaknya ada 13 hingga 14 pasal kontroversial yang dinilai bermasalah dan tak berpihak kepada masyarakat sekaligus mengangkangi kebebasan dalam berekspresi,” sebut Rudi.

Reza Anggara selaku Sekretaris Jenderal BEM Nusantara menyerukan untuk seluruh elemen masyarakat satu suara dalam menolak RKUHP untuk disahkan menjadi UU.

“Tak hanya mengancam kebebasan sipil, bahkan sampai ke lingkup pribadi pun diatur di dalam RKUHP yang tengah dibahas di DPR RI ini. Untuk itulah kita harus tetap menyuarakan penolakan terhadap pembahasan RKUHP ini,” ucap Reza yang juga Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Hal senada pun turut disampaikan Billy Jordani Koordinator Daerah (Korda) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumsel, akibat bola panas RKUHP sejumlah elemen mahasiswa sempat melaksanakan aksi nasional mengkritisi pasal-pasal yang ada di RKUHP ini.

“Apabila nantinya perubahan UU KUHP ini disahkan setiap tetes darah dan keringat yang keluar dari rangkaian aksi kita adalah penentu dari nasib bangsa,” sebut Billy yang juga Presma STIEBI Prana Putra Lubuklinggau ini.

Baca Juga :  PPKM Lanjut! Mal Boleh Buka, Tapi...

Simposium yang berlangsung sehari ini dihadiri puluhan peserta diantaranya Presma sejumlah kampus PTN-PTS di Sumsel. Hasilnya nanti akan dirumuskan dan akan dibawa ke pusat dalam hal ini BEM Nusantara agar dapat ditindaklanjuti.

Komentar