10 Mei 2024 - 14:38 WIB | Dibaca : 807 kali
Topik :

Presedium Asta Cita Temui Ketua TKD Prabowo Gibran Banyuasin

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

H. Slamet Somosentono : Jika Terpilih Bupati Banyuasin Program Asta Cita Akan Saya Laksanakan dan Banyuasin Siap Jadi Lumbung Pangan Sumsel.

Swara.id | Banyuasin – Presedium Asta Cita merupakan wadah bersama dari beberapa Organisasi Masyarakat Sipil dan Relawan pemenangan yang akan mendukung dan mengawal 8 program Asta Cita Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih pada Pemilu 14 Februari 2024 dalam rentang tahun 2024-2029.

Asta Cita adalah program lanjutan dari program Nawa Cita Joko Widodo utk menuju Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 sebagai mana Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 guna mewujudkan Indonesia menjadi di 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2045.

Pagi, tanggal 9 Mei 2024 perwakilan Presedium Asta Cita menemui H.Slamet Sumosentono, SH yang akrab di pakde Slamet ketua TKD Prabowo Gibran Kabupaten Banyuasin sekaligus calon Bupati Banyuasin dari Partai GERINDRA di kediaman nya di jalan Sukabangun Palembang.

“Presedium Asta Cita adalah wadah bersama organisasi massa dan relawan pemenangan yang akan mendukung dan mengawal program kerja Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang bernama Asta Cita di provinsi Sumsel,” jelas Rio Solehudin membuka pembahasan.

“Presedium Asta Cita, akan mendukung calon kepala daerah yang merupakan representasi dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Gibran, dan dalam hal ini pakde Slamet sebagai ketua pemenangan di Banyuasin jika terpilih menjadi Bupati maka secara otomatis pelaksanaan program Asta Cita, seperti makan siang dan susu gratis akan dapat dijalankan dengan lancar dan seimbang, juga rakyat Banyuasin sebagai pemilih Prabowo akan menjadi modal awal, ketika program Asta Cita Prabowo akan dilanjutkan oleh ketua pemenangannya, bila terpilih jadi Bupati,” tambahnya.

Baca Juga :  Ko Kiki Dampingi Ayu Nur Suri Caleg DPRD Provinsi Sumsel dari PDI Perjuangan

Dari hasil rekapitulasi KPU RI perolehan suara pasangan No 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan 382.350 suara, Anies Muhaimin 80.540 suara dan Ganjar Mahfud 62.435 suara.

Keberhasilan pakde Slamet sebagai ketua TKD Prabowo Gibran Kabupaten Banyuasin dalam memenangkan pasangan no urut 2 Prabowo Gibran membuat perolehan suara kursi DPRD Kabupaten Banyuasin dari partai Gerindra tertinggi diantara partai politik lainnya, yaitu sebesar 8 kursi, dikuti oleh Golkar dan PDIP dengan 7 kursi, Nasdem 6 kursi, Demokrat, PKS, PKB masing 5 kursi dan Hanura, PAN juga masing 1 kursi.

“Perolehan suara Prabowo dan Gibran di Banyuasin ini terbesar, saya turun langsung untuk melakukan kerja kampanye, terutama di daerah perairan, karena 60% desa di Banyuasin banyak di perairan. Alhamdulillah dengan kerja keras, suara pak Prabowo juga meningkatkan perolehan kursi Gerindra di daerah ini,” jelas H.Slamet Sumosentono.

Kabupaten Banyuasin akan menjadi lumbung pangan Provinsi Sumatera Selatan, dengan jumlah 288 Desa serta memiliki potensi pengembangan tanaman pangan (persawahan) seluas 208.464 hektar, jika dilihat dari data statistik pertanian lahan pertanian tahun 2022 adalah 178.511 hektar sehingga masih memiliki luas lahan 29.953 hektar untuk terus dikembangkan menjadi lahan pertanian padi.

Baca Juga :  Adhitya Trinia Farid Harap Kampung Literasi Bisa Tumbuh di Tiap Kecamatan di Banyuasin

Jika dalam 5 tahun lalu Kabupaten Banyuasin sudah bangkit, maka 5 tahun kedepan Banyuasin akan bervisi maju bersama, tentunya dengan kerja keras dan bersama. Data stunting atau sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak, dengan penyebab utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak, di Kabupaten Banyuasin bulan November 2023 yakni sebesar 24,4% masih jauh dari capaian target prevalensi stunting 14% sebagaimana tertuang didalam Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dengan sendirinya peningkatan SDM sebagai syarat dasar menuju Indonesia Emas tahun 2045 di Kabupaten Banyuasin akan menjadi kerja keras pemerintah kabupaten periode 2024-2029.

“Karena sudah bangkit, kami akan mengunakan istilah Banyuasin maju bersama, maju bareng bareng atau dalam bahasa Jawanya mukti siji mukti kabeh (saya duduk disitu tidak ada orang yang susah) dan hal ini mengharuskan kerja bersama untuk mewujudkan itu,” kembali pakde Slamet menyampaikan,

“Di tengah tingginya angka stunting di Kabupaten Banyuasin ini akan mempersulit capaian Indonesia emas 2045, padahal sumber daya alam kita melimpah, bahkan di Banyuasin ini luas lahan persawahan kita sekitar 208 ribu hektar, dan kita belum bisa panen 3 kali dalam setahun atau IP3, Banyuasin masih IP1-IP2 dan itu pun tidak menyeluruh, teknologi alat berat sangat dibutuhkan dalam hal itu, untuk itu kami akan menuntaskan program Bupati Amiruddin Inoed, Bupati Ian, agar Banyuasin bisa maju untuk bersama,” tegas H Slamet Sumosentono yang juga sebagai Ketua DPW APKASI (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :  Raperda: Penambahan Modal Tirta Musi Senilai 800 Miliar

Salah satu program Asta Cita membangun dari Desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi program turunan di daerah dengan disertai kondisi obyektif dan kearifan lokal.

“Penekanan pembangunan Desa, hilirisasi serta industrialisasi, perkuatan SDM dan peningkatan lapangan kerja, sebagai mana contoh BUMDes harus bisa dimaksimalkan, sebagai bentuk implementasi dari program Asta Cita,” jelas Eka Subakti, menambah kan ditengah pembicaraan.

Dan Pakde Slamet kembali menguraikan argumentatifnya,

“Desa akan jadi prioritas, pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa melalui BUMDes akan jadi perhatian khusus kami dalam memimpin Banyuasin, pembangunan infrastruktur terutama jalan jalan darat, jembatan yang menghubungkan desa desa di perairan akan kami utamakan,” tambah Pakde Slamet.

“Saya akan berangkat ke Jakarta, ada undangan dari PAN, nanti kita akan bahas lagi secara bersama soal tim pemenangan, agar dilapangan kita saling menguatkan,” pungkas H. Slamet Sumosentono yang telah 9 tahun berjuang dalam memekarkan DOB Kabupaten Banyuasin sebagai ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Banyuasin Timur. (RiSol)

Komentar