13 Agustus 2022 - 12:18 WIB | Dibaca : 1,436 kali

PERPEKINDO Usulkan Tepung Kelapa Jadi Bahan Dasar Pembuatan Mi

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Ia menilai akan lebih baik memanfaatkan 3 juta hektar kelapa yang sudah ada untuk kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan mi menggantikan gandum

SWARAID, PALEMBANG: Menyusul ancaman kelangkaan gandum, pemerintah mendorong komoditas sorgum untuk dijadikan alternatif pengganti gandum.

Sorgum adalah tanaman berbentuk biji-bijian sereal yang memiliki manfaat sebagai pakan ternak, bahan dasar energi biodiesel, hingga bahan pangan.

Wacana penanaman sorgum dalam jumlah besar ini mencuat setelah sembilan negara mengungumkan menyetop sementara ekspor gandum di tengah gejolak geopolitik Rusia-Ukraina yang menyebabkan rantai pasok pangan terganggu.

Sembilan negara yang menutup keran ekspor gandum adalah Kazakhstan, Kirgizstan, India, Afghanistan, Aljazair, Serbia, dan Ukraina.

Pengembangan sorgum ini berperan penting untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan dasar gandum yang sampai saat ini masih bergantung pada impor. Sepanjang 2021, impor gandum Indonesia menembus 11,69 juta ton.

Perusahaan mi instan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. yang tentu saja dalam produksinya mengolah bahan dasar gandum dalam pembuatan mi menyatakan diri siap untuk mengembangkan mi instan berbahan dasar sorgum sebagai pengganti gandum.

“Kita dengan Pak Mentan SYL (Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo) memperbincangkan banyak hal. Tapi intinya bagaimana kita saat ini bisa mengembangkan bahan baku lokal seperti sorgum. Jadi, nanti ada program pengembangan tanaman sorgum bersama-sama,” Dijelaskan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Fransiscus Welirang dalam keterangannya, Sabtu, (13/8/22).

Baca Juga :  Musim Penghujan, Harga Sayur Mayur masih Stabil

Namun, ia berharap pemerintah pada saat yang sama, juga bisa meningkatkan kapasitas produksi sorgum nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi gandum penduduk Indonesia tahun 2019 adalah 30,5 kilogram per kapita per tahun. Kebutuhan gandum terbesar adalah untuk industri produk pangan olahan seperti mi instan, kue, dan roti.

Tercatat ada sekitar 15 ribu hektar lahan sorgum yang tersebar di Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini. Hampir seluruh bagian tanaman sorgum, seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.

Menyusul wacana ini, Waketum DPN Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO), Muhammad Asri Lambo menyarankan agar pemerintah tidak perlu repot memulai tanam sorgum untuk mengantisipasi kelangkaan gandum.

Ia menilai akan lebih baik memanfaatkan 3 juta hektar kelapa yang sudah ada untuk kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan mi menggantikan gandum.

“Walaupun rasanya mungkin akan berbeda namun gizinya kami yakin akan lebih baik, apalagi kelapa banyak Kandungan gizi yang baik untuk pencernaan dan metabolisme tubuh.” Papar Lambo.

Baca Juga :  Pengurus STN Banyuasin Ikut Bertarung Dalam Kontestasi Pilkades 2021

Lambo melanjutkan, bahwa itu akan lebih baik dibanding mengekspor bahan baku kelapa yang kemudian diolah di luar negeri menjadi produk makanan dan pada akhirnya hasil olahannya dibeli oleh kita sendiri.

“Kenapa tidak pemerintah maupun swasta mengusahakan mengolah kelapa kita sendiri untuk bahan makanan seperti mi instan.”

Terlebih, luas tanaman kelapa di Indonesia dalam catatan PERPEKINDO saat ini mencapai 3.728.600 hektar.

Komentar