3 Maret 2022 - 10:54 WIB | Dibaca : 304 kali

Peringatan Hari Raya Nyepi, Berikut Sejumlah Fakta dan Sejarahnya

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Momen pergantian Tahun Baru Saka 1944 di tahun 2022 ini jatuh pada Kamis 3 Maret 2022.

Menurut kalender Hindu-Bali, Hari Raya yang memiliki nama lain Hari Suci Nyepi ini adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka.

Lalu bagaimana sejarah dan fakta menarik dari hari nyepi ini?

Menyalin dari Kelaspintar.id, penanggalan tahun baru Saka dilakukan berdasarkan hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dianggap sebagai hari penyucian dewa-dewa di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Nyepi berasal dari kata sepi (artinya sunyi, senyap).

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan pada kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Dalam perayaan ini terdapat 12 bulan dan bulan pertamanya disebut hitungan kalender Saka, satu tahun Caitramasa.

Meskipun merupakan selebrasi pergantian tahun, namun di Bali perayaan Tahun Baru Saka ialah bagian dari ritual dan praktik keagamaan.

Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi (tiap 1 Januari), Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian dan tidak ada aktivitas seperti biasa alias dilarang dan dihentikan selama hari Nyepi berlangsung.

Menariknya, sekalipun sistem kalender ini diadopsi dari India, namun adanya “Hari Hening” ala ritual Nyepi sebagai bentuk perayaan pergantian tahun ini menjadi monopolo masyarakat Hindu di Bali dan Indonesia. Sehingga perayaan ini terkesan identik dengan budaya dan masyarakat Bali.

Baca Juga :  Penanganan Tak Maksimal Sungsang Jadi Objek Wisata Sampah
Sejarah Hari Nyepi

Dalam sejarah, Hari Nyepi tercipta berdasarkan cerita dari kitab suci Weda yang menceritakan bahwa pada awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.

Pada saat itu banyak terjadi pertikaian antar suku-suku bangsa dengan kondisi menang dan kalah yang silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku pada akhirnya menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama.

Dari pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Saka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Untuk memperingati hal baik yang terjadi dibawah kepemimpinan Raja Kaniskha I, maka terciptalah Hari Suci Nyepi. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Fakta Menarik Hari Raya Nyepi

Seperti hari raya keagamaan lainnya, Hari Nyepi juga memiliki ciri khas tersendiri dan berbagai rangakaian kegiatan yang harus dilakukan selama hari raya berlangsung. Ritual Nyepi dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya sesuai hitungan waktu setempat. Berikut ini adalah adalah fakta menarik yang ada di hari raya Nyepi.

Baca Juga :  Tata Pulau Kemaro, Harno ; Bersih-bersih Hingga Bangun Akses Darat

1. Harus Sunyi selama 24 Jam

Setiap penganut agama Hindu pada saat Hari Raya Nyepi wajib untuk tetap sunyi selama 24 jam dengan tidak menyalakan lampu, listrik, berbicara, berangkat kerja atau sekolah dan hal-hal lainnya yang bisa menimbulkan suara atau menunjukkan tanda kehidupan selama hari raya berlangsung.

2. Banyak peraturan

Saat merayakan hari Nyepi, ada beberapa peraturan dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh umat Hindu, diantaranya:

Amati Geni

Aturan ini bersifat larangan. Semua umat Hindu yang merayakan Nyepi dilarang menyalakan api, cahaya, dan listrik, atau menunjukkan sifat amarah seperti nyala api.

Amati Lelanguan

Amati Lelanguan merupakan larangan bagi siapa pun untuk bepergian, melakukan kegiatan foya-foya atau bersenang ria secara berlebihan. Biasanya, aturan ini diikuti dengan berpuasa penuh selama Hari Raya Nyepi.

Amati Karya

Aturan wajib saat Nyepi berikutnya adalah Amati Karya yang berarti tidak boleh bekerja selama perayaan Nyepi.

3. Ritual di Hari Raya Nyepi

Melasti

Upacara ini dilakukan tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis.

Pada hari itu, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau untuk dibersihkan atau disucikan.

Baca Juga :  Bangun Pulau Kemaro, Dewa : Pemerintah Akan Mengajak Masyarakat !
Upacara Buta Yadnya

Satu hari sebelum Nyepi yaitu pada ‘tilem sasih kesanga’ (bulan mati ke-9), seluruh umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya. Makna dari upacara Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Ngerupuk/Pengerupukan (Pawai Ogoh-ogoh)

Prosesi tawur atau pecaruan biasanya diikuti oleh upacara pengerupukan (ngerupuk). Dibagian ini, umat Hindu akan melakukan beberapa ritual.Di antaranya adalah menyebar nasi tawur, mengobori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh.

Hari Raya Nyepi

Pada hari ini, suasana akan terasa seperti kota mati. Tidak ada kesibukan aktivitas pada umumnya. Di hari ini, umat Hindu akan melaksanakan ‘Catur Brata’ Penyepian. Catur Brata Penyepian meliputi 3 aturan Hari Raya Nyepi, yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), dan amati lelanguan (tidak berfoya-foya).

Dharma Santi

Pada hari ini, Tahun Baru Nyepi sudah memasuki hari kedua. Umat Hindu akan melakukan Dharma Santi (silaturahmi), dari siang hingga sore hari. Dharma Santi dilakukan dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih.

Komentar