oleh

Perihal Shalat Ied, Begini Isi Surat Edaran Bersama Pemkot !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :411 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (10/05/21) : Pemerintah Kota Palembang telah mengeluarkan status zonasi kasus penyebaran covid-19 terbaru melalui selebaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang.

Berdasarkan hasil terbaru, ada 69 Kelurahan zona merah dan hanya 8 Kelurahan zona oranye. Sesuai dengan surat edaran bersama terkait aturan sholat Ied yang mana warga dari 77 kelurahan tersebut disinyalir tidak bisa menggelar salat ied di masjid atau di lapangan.

Hal itu tertuang dalam surat edaran bersama Pemkot Nomor : 1/SEB/II/2021 dan Kemenag Nomor :1222/SE/KK.06.05.02/ HM.02/HM.02/05/2021 tentang Panduan Penyelenggaraan shalat Idul Fitri 2021 saat pandemi. Dalam poin E Keterangan nomor 2 berisikan wilayah berzonasi merah dan oranye pelaksanaan shalat agar dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga inti.

Sekretaris Daerah (Sekda)Kota Palembang, Ratu Dewa menegaskan kepada masyarakat kota Palembang agar tetap mengikuti aturan berdasarkan surat edaran bersama yang telah dikeluarkan tersebut.

“Saya rasa sudah jelas berdasarkan surat edaran dan arahan Pak Walikota tergantung dengan zonasinya,” katanya di halaman belakang Balai Kota Palembang.

Terlepas itu, pengumuman zonasi melalui selebaran Dinkes Palembang dihimpun sejak tanggal 2 – 8 Mei terdapat 15 Kelurahan zona hijau dan 15 kelurahan zona kuning. Yang dalam artian dapat menggelar sholat Ied di masjid namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Dialog Kebangsaan, Tanamkan Nasionalisme dan Humanisme di Kalangan Pemuda

“Jadi berdasarkan surat edaran ada 30 kelurahan yang diperbolehkan salat ied dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Ratu Dewa menerangkan daerah yang boleh menggelar salat ied akan diawasi secara ketat dari posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang ada di setiap kelurahan masing-masing.

“Ini harus diawasi atau dimonitoring dengan ketat oleh Satpol PP, tim satgas, Babhinkamtibmas patroli dan juga termasuk pengurus masjid juga mengawasi untuk melakukan pembatasan jamaah,” pungkasnya.

Sedangkan berdasarkan poin E, keterangan nomor 3 dalam surat edaran bersama tersebut berisikan wilayah zona hijau dan kuning dapat melaksanakan salat ied di masjid/mushala dan lapangan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yaitu sebagai berikut :

  • Pengurus/pengelola dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai yang diketahui oleh kepala KUA Kecamatan dan Ketua Satuan Gugus Tugas Kecamatan Covid-19.
  • Jumlah jamaah 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas masjid/mushala dan lapangan.
  • Menyediakan tempat cuci tangan.
  • Jama’ah memakai masker.
  • Menyediakan alat ukur suhu tubuh.
  • Menjaga jarak antar jamaah minimal 1 (satu) meter.
  • Menghindari kerumunan.
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi.
  • Tidak bersalam-salaman atau melakukan kontak fisik.
  • Mempersingkat rangkaian pelaksanaan shalat Idul Fitri.
  • Membawaa perlengkapan shalat dan sajadah dari rumah masing-masing.
UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya