10 September 2020 - 19:53 WIB | Dibaca : 2,155 kali

Penanganan Tak Maksimal Sungsang Jadi Objek Wisata Sampah

Laporan : Novi
Editor : Ki Edi Susilo

SwaraID – Banyuasin, (10/09/20) : Sungsang adalah salah satu desa di kecamatan Banyuasin 2 kabupaten Banyuasin. Berjarak sekitar 85 km dari kota Palembang, dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam melalui jalur darat dan sekitar 3 jam dari jalur air.

Desa yang memiliki potensi laut melimpah ini sudah menjadi desa wisata. Berbagai spot wisata yang ditawarkan seperti Taman Nasional Sembilang, Pantai Tanjung Carat, dan berbagai kuliner berbahan dasar hasil laut.

Sayangnya, keunggulan yang dimiliki oleh desa yang berada di muara sungai musi dan menghadap ke selat Bangka atau laut China Selatan ini masih bermasalah dengan penanganan sampah. Meskipun sudah ada bank sampah yang mengolah sampah menjadi pupuk dan petugas kebersihan yang mengangkut sampah dari pemukiman warga setiap hari jumat tapi belum menjadi solusi atas permasalahan sampah ini.

“Tidak pernah dilakukan pengerukan sampah dari bawah dan di sungai. Paling sekali-sekali kalau mau ada kunjungan. Seperti kemarin kunjungan bupati, kami disuruh mengambil sampah-sampah dibawah. Kalau dari petugas kebersihan tidak ada.” Demikian keterangan dari Rohman, salah satu warga setempat.

Baca Juga :  Jembatan Musi VI Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Kota Palembang

Dari pemerintah desa sudah mengeluarkan peraturan melarang warga membuang sampah sembarangan. Kondisi pemukiman di Sungsang yang berbentuk rumah panggung yang dibangun diatas perairan, sehingga sampah-sampah yang dibuang sembarang kebawah akan bergerak mengikuti arus air.

Tentunya hal ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah, mengingat potensi yang dimiliki desa ini. Apalagi jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Komentar