23 Oktober 2020 - 00:21 WIB | Dibaca : 1,303 kali

Pandemi, Penjaja Tisu Lampu Merah Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Hidup

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (23/10/20) : Penjaja tisu, dapat dengan mudah kita jumpai ditiap simpang lampu merah di kota Palembang. Beragam umur melakoni profesi ini, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia bisa melakukan pekerjaan ini.

Menyusuri jalanan ibu kota, reporter SWARAID menyapa Anisa (62) nenek penjual tisu yang seharusnya menikmati masa tua di rumah, namun nyatanya masih harus melawan panasnya sorot matahari diantara auman lalu lintas kota.

Menurut cerita perempuan perkasa ini, suami yang menjadi sandarannya saat ini menderita sakit stroke sehingg ia yang harus menggantikan peran untuk mencari nafkah, bekerja demi mencukupi kehidupan sehari-sehari.

“Nenek ni lah 11 tahun jualan tisu, untuk makan sehari-sehari tu lah, men dak kerja keras cak ini, nenek dak pacak meli makan tuk suami nenek yang lagi sakit stroke dirumah.” Cakapnya.

Nenek mengaku, biasanya penghasilannya per hari sebelum masa pandemi terbilang tinggi, mulai dari Rp. 60.000,- hingga Rp. 80.000,- namun sekarang terbilang menurun drastis.

“Sebelum Covid kemaren seharinyo pacak aku dapet 80 ribu paleng besak, pas Covid ni sehari kadang cuman dapet 15 ribu Dek, sore ini bae Nenek cuma baru dapet 10 ribu Dek.” Keluhnya.

Baca Juga :  Jaringan Aktivis 98, Rio: Kita Tolak KAMI, NKRI Harga Mati !

Besar harapan perempuan penjaja tisu ini terhadap tuntasnya penanganan covid-19 agar bebannya dapat berkurang,

“Semoga bae Dek Covid ni berakhir, biar normal lagi cak sebelum Covid, sekarang nenek nak makan bae saro, kadang Nenek nak meli gas untuk masak bae mikir kareno mahal tadi, asak makan meli mi samo telok tu lah, dak tebeli lagi kadang yang lain itu.”

Sebelumnya, ia sempat takut diwawancarai oleh tim SWARAID karena kalau ia menyampaikan keluh kesah kepada Pemerintah, ia khawatir akan ditangkap dan di penjara, namun tim SWARAID berhasil meyakinkan Nenek Anisa, bahwa dirinya akan baik-baik saja.

Komentar