Jangan lengah, di musim hujan dan banjir ini ada sejumlah penyakit menular yang harus diwaspai
SWARAID, JAKARTA: Cuaca ekstrem dengan potensi hujan lebat disertai petir dan kilat diprediksi BMKG akan terjadi di 32 wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Tak heran lagi, banjir menjadi hal pertama yang dijumpai di berbagai daerah. Namun pula jangan lengah, di musim hujan dan banjir ini ada sejumlah penyakit menular yang harus diwaspai.
Diare
Diterangkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama, banjir yang mungkin terjadi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya sedang dilanda hujan mengakibatkan sumber air minum masyarakat dari sumur dangkal banyak ikut tercemar.
Kondisi ini dapat menyebabkan diare.
“Penyakit diare juga sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu,” kata Tjandra Yoga Aditama, Minggu (9/10/22).
Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes itu meminta masyarakat agar membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat.
Selain itu, membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal, serta menghubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala diare.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Tjandra menjelaskan, musim hujan juga erat kaitannya dengan peningkatan penyakit DBD. Ini karena terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti penyebab dengue atau yang biasa dikenal sebagai demam berdarah dengue (DBD) ketika musim hujan.
“Banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu, yang akhirnya menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk sebagai penular penyakit,” katanya.
Menurut Tjandra, ini sebenarnya dicegah melalui gerakan 3M, yakni mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, serta menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
Leptospirosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dinamakan leptospira. Ditularkan melalui kotoran dan urine tikus.
Dijelaskan Tjandra, seseorang yang mempunyai luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran tikus yang mengandung bakteri leptospira, maka berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit.
“Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri, berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir,” ujar Tjandra.
Langkah antisipasi yang bisa dilakukan adalah menekan dan menghindari tikus yang berkeliaran di sekitar tempat tinggal dengan selalu menjaga kebersihan, menghindari bermain air saat terjadi banjir terutama jika mempunyai luka, serta gunakan pelindung misalnya sepatu bila terpaksa harus ke daerah banjir.
“Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil,” katanya.
Penyakit Kulit
Tjandra pula mengatakan, penyakit kulit, baik berupa infeksi, alergi atau bentuk lain selama musim hujan.
“Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik,” katanya.
Tipes
Penyakit lain, yang perlu diwaspadai sering terjadi di musim hujan menurut Tjandra adalah tipes. Demam tifoid, menurut dia, harus diantisipasi jangan sampai terjadi perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.
“Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir terjadi sampai berhari-hari,” ujarnya.












Komentar