15 Desember 2021 - 13:34 WIB | Dibaca : 1,177 kali

Mengenal Spinal Cord Injury; Penyebab Meninggalnya Laura Anna

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, JAKARTA : Kabar duka yang cukup mengejutkan datang dari dunia hiburan, selebgram Edelenyi Laura Anna (21) meninggal dunia.

Berita kepergian  Laura membuat sebagian orang tak percaya, karena baru-baru ini Laura terlihat masih menjadi tamu di beberapa podcast.

Sebelum meninggal, Laura memang menderita spinal cord injury atau biasa dikenal dengan sebutan cedera sumsum tulang belakang akibat insiden kecelakaan mobil bersama Gaga Muhammad.

Kondisi ini terjadi ketika ada kerusakan pada bagian mana pun dari sumsum tulang belakang atau saraf di ujung kanal tulang belakang (cauda equina).

Kondisi ini sering menyebabkan perubahan permanen pada kekuatan, sensasi, dan fungsi tubuh lainnya di bawah lokasi cedera.

Melansir Okezone, kemampuan seseorang untuk mengontrol anggota tubuh setelah cedera tulang belakang tergantung pada dua faktor, diantaranya:

1. Dimana cedera terjadi pada sumsum tulang belakang.

2. Tingkat keparahan cedera. Tingkat keparahan cedera sering diklasifikasikan sebagai berikut:

Cedera lengkap

Jika semua perasaan (sensorik) dan semua kemampuan untuk mengontrol gerakan (fungsi motorik) hilang di bawah cedera tulang belakang, cedera Anda disebut lengkap.

Baca Juga :  Usul MPR Dibubarkan Saja, Fahri Hamzah: MPR Tidak Ada Kesibukan!

Cedera tidak lengkap

Jika memiliki beberapa fungsi motorik atau sensorik di bawah area yang terkena, cedera disebut tidak lengkap.

Nantinya, cedera tidak lengkap ini dibagi lagi menjadi beberapa tingkatan.

Selain itu, kelumpuhan akibat cedera tulang belakang dapat disebut dengan beberapa bentuk, yakni:

Tetraplegia

Dikenal sebagai quadriplegia, yang memiliki arti lengan, tangan, batang tubuh, kaki, dan organ panggul seseorang semuanya terpengaruh oleh cedera tulang belakang.

Paraplegia

Kelumpuhan ini memengaruhi seluruh atau sebagian dari batang tubuh, kaki dan organ panggul.

Cedera tulang belakang dapat menyebabkan satu atau lebih dari tanda dan gejala. Adapun gejala tanda-tandanya yakni:

1. Kehilangan gerakan

2. Kehilangan atau perubahan sensasi termasuk kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan

3. Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih

4. Aktivitas refleks yang berlebihan atau kejang

5. Perubahan fungsi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan

6. Rasa sakit atau sensasi menyengat yang disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf di sumsum tulang belakang.

7. Kesulitan bernapas, batuk atau mengeluarkan sekret dari paru-paru.

Baca Juga :  Kesepakatan Operasional Aritmatika

Komentar