oleh

Mendagri Kaget, Angka Ketersediaan BOR Sumsel Tertinggi di Indonesia

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :409 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (02/05/2021): Tindak lanjut usai Sumatera Selatan disebutkan oleh presiden RI Joko Widodo menjadi nomor satu dalam kasus tingkat penyebaran covid-19 pada akhir bulan April lalu, Menteri dalam negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Tito Karnavian sebut Kepala Daerah di Sumsel belum menerapkan secara optimal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini diungkapkan Tito Karnavian saat menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa.

Bahkan Tito Karnavian yang seorang putra daerah Sumsel mengungkapkan ketersediaan pasokan Bath Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat bagi penderita covid-19 di rumah sakit di Sumatera Selatan menjadi yang tertinggi di angka 59 persen.

“Saya cukup kaget karena itu angka untuk kesediaan BOR di Sumsel itu sudah mencapai 59 persen dan itu angka tertinggi untuk Indonesia.” Ungkapnya.

Bahkan Tito Karnavian menyebutkan setelah melihat data per hari ini, trend peningkatan kasus aktif Covid-19 di Sumsel meroket hingga 65 persen meskipun secara total tidak lebih banyak dari daerah-daerah besar di Indonesia lainnya, namun Sumsel menjadi nomor satu trend kasus aktif covid-19 dan perlu adanya ketegasan dari kepala daerah dalam menekan angka penyebaran covid-19 tersebut. Lebih lanjut anomali Covid 19 yang terjadi di Sumsel, Tito Karnavian menjelaskan hal ini terjadi akibat peningkatan aktivitas masyarakat jelang hari raya Idul Fitri, yang menyebabkan terjadinya kerumunan di beberapa titik fasilitas umum.

Baca Juga :  Herman Deru Salurkan Bansos Untuk Kalangan Insan Pers

“Kenaikan ini terjadi karena adanya kegiatan masyarakat terutama menjelang hari raya yang cukup meningkat, terjadi kerumunan. Mungkin juga karena kejenuhan masyarakat, kejenuhan aparat.”

“Ini tolong ya, menghadapi Covid ini kita bukan ibarat lari jarak pendek sprint seratus meter, bukan. Ini lari maraton panjang. Kita belum tahu sampai kapan.”

Bahkan, tsunami Covid-19 yang terjadi di India dimana kasus kematian akibat Covid-19 di India mencapai 400.000 jiwa, dimana mencapai 3 ribu lebih kematian perharinya. Dikhawatirkan juga berdampak ke Indonesia.

“Kalau global gak selesai, maka Indonesia juga akan berdampak. Treatment yang tidak baik, lambat untuk melakukan testing, sehingga akhirnya terlambat.”

Oleh sebab itu, menghindari hal tersebut Tito Karnavian menegaskan perlu ada langkah-langkah yang perlu dioptimalkan lagi. Seperti sosialisasi kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Sebab Tito Karnavian menyaksikan langsung selama kunjungannya di kota pempek ini kedisiplinan masyarakat sudah menurun.

Terdapat empat data yang disebutkan oleh Tito Karnavian harus terus dipantau oleh Kepala Daerah guna mengontrol kasus penyebaran covid-19. Diantaranya, data angka kasus aktif penyebaran covid-19, data angka kesembuhan, data angka kematian, data bath accupancy rate.

“Nah, sehingga pendisiplinan kembali harus ditegaskan. Harus ada efek psikologis. Seperti efek kejut kepada masyarakat. Jangan dibiarkan.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya