oleh

Malam Deklarasi PRIMA Usung Tema Menangkan Pancasila

Oleh : | Editor : Egi Saputra
Dibaca :344 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – JAKARTA, (01/06/21) : Bulan Juni merupakan bulan kelahiran dasar bernegara bangsa Indonesia ini, tepatnya tanggal 1 Juni yang di resmikan menjadi hari Pancasila. Genap 76 tahun Pancasila menjadi tolak ukur bangsa Indonesia dalam bernegara, di jadikan hari kelahiran partai rakyat adil makmur atau di singkat PRIMA melangsungkan deklarasi dimana partai prima atau partainya rakyat biasa lahir di tengah arus kehidupan bangsa yang keras, sebab partai prima lahir sebagai pelopor dari rakyat biasa menuju perubahan.

Saat ini, situasi berbangsa dihadapkan pada jurang ketimpangan ekonomi yang begitu lebar. Kaum 1%, yang disebut oligarki atau kaum elit yang menguasai hajat hidup rakyat 99%.

Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah rakyat biasa, orang-orang biasa, yang tidak berada dalam zona nyaman secara ekonomi tetapi setiap hari membanting tulang, bisa melakukan perubahan?.

“Bisa dan sekali lagi bisa!” kata Agus Jabo Priyono (AJP) dalam pidatonya di Pusat Perfilman Usmar Ismail, tempat Deklarasi Partai Rakyat Adil Makmur – PRIMA yang dikenal sebagai partainya rakyat biasa, pada 1 Juni 2021, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga :  Harapan Renny Untuk Koperasi Nelayan Mina Banyuasin

“PRIMA, Partainya rakyat biasa, lahir di tengah pusaran arus kehidupan bangsa yang keras, baik karena pandemi, masalah ekonomi yang semakin jauh dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan, polarisasi kehidupan berbangsa yang akut dan hilangnya gagasan besar untuk membangun kehidupan yang adil, aman dan damai”.terang Agus Jabo Priyono, yang dipercaya sebagai Ketua Umum PRIMA ini.

Menurut Agus Jabo Priyono, PRIMA bisa menjadi solusi mengatasi ketimpangan yang terjadi. Program Perjuangan PRIMA bisa menjadi jalan keluar yaitu :

Pertama, Prima akan memperjuangkan reformasi perpajakan di Indonesia agar lebih berkeadilan.

Kedua, memanfaatkan sumber daya yang kita miliki dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dengan industri nasional yang mandiri; membangun pertanian modern, memajukan UMKM dan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa, dengan menjadikan seluruh bangsa Indonesia, apapun sukunya, apapun agamanya, hidup dalam keadilan, kemakmuran, bersatu, tentram lahir maupun batin.

Ketiga, menjadikan Indonesia sebagai negara maju, yang kuat dan berdikari, baik ekonomi, politik maupun sosial budaya, dengan sistem demokrasi partisipasif, pemerintahan bersih, dengan sumber daya manusia yang unggul, setara dan tidak lagi menjadi follower bagi negara lain,

Baca Juga :  Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Muntahkan 14 Kali Lava Pijar

Keempat, dengan kemakmuran dan berdikari, Indonesia akan menjadi negara yang terlibat aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

“Dengan bersandar kepada kekuatan sendiri, dengan semangat gotong royong, kita pasti bisa. Kita, tidaklah seperti pungguk yang merindukan bulan tetapi kita percaya: yang berjuang, pasti menang,” yakin Agus Jabo Priyono,

Bung Jabo adalah aktivis yang selama kuliah di Universitas Negeri Sebelas Maret, UNS, Surakarta, yang juga terlibat dalam pergerakan mahasiswa menentang rezim Orde Baru. Puncaknya, pada 1996, Agus Jabo Priyono terlibat dalam pendirian Partai Rakyat Demokratik (PRD), partai yang paling gigih menentang kediktatoran Orde Baru kala itu.

Tahun 2024 adalah tahun politik rakyat Indonesia; hajatan politik besar yang dapat menentukan jalan keadilan dan kemakmuran rakyat makin dekat atau menjauh. Pada tahun itulah, rakyat melalui ajang pemilihan umum memilih dan memenangkan partai politik beserta wakil-wakil rakyat, presiden dan wakil presiden.

“Rakyat bisa memenangkan PRIMA untuk melakukan perubahan,” seru Agus Jabo Priyono dalam siaran pers yang di langsungkan.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya