13 Oktober 2022 - 10:30 WIB | Dibaca : 640 kali

Kebakaran di Gasing Laut, 7 Bangunan Rata dengan Tanah

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

Akibat akses tempuh dari pemadam kebakaran yang cukup jauh sehingga hanya ada dua unit mobil PMK yang terpantau melakukan pemadaman

SWARAID, BANYUASIN: Tujuh bangunan rata dengan tanah dalam insiden kebakaran yang terjadi di Jl Tanjung Api-Api (TAA), Desa Gasing Laut, RT 01, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, polisi menduga api berasal dari gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) Kamis Pagi (13/10/22).

Dari kebakaran tersebut, membuat kepulan asap hitam membumbung tinggi ke langit, bahkan akibat besarnya api juga membuat arus lalulintas di sekitar Jembatan Gasing cukup tersendat.

Akibat akses tempuh dari pemadam kebakaran yang cukup jauh sehingga hanya ada dua unit mobil PMK yang terpantau melakukan pemadaman, sementara selebihnya pemadaman dilakukan dengan alat seadanya oleh warga setempat.

Dari hasil penyelidikan polisi, api pertama kali muncul dari gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) sekitar pukul 8:30 wib.

“Ada tempat (gudang) untuk menyimpan drum minyak. Ini sedang kami dalami, sambil melakukan olah TKP,” terang Kapolsek Talang Kelapa Kompol Sigit Agung Susilo SIK, saat dikonfirmasi Kamis siang melalui pesan WhatsApp.

Dan baru merambat ke enam rumah permanen yang berada dekat dengan lokasi turut terbakar.

Baca Juga :  Galian Sumur Bor di Inderalaya Semburkan Lumpur dan Pasir hingga 50 Meter

“Empat rumah permanen hangus terbakar, dua rumah rusak ringan dan satu tempat penyimpanan BBM juga ikut terbakar,” ujarnya.

Pemilik rumah yang terbakar yakni, Yudi, Mat Guni, Hendra, H Damsuri, Sudiana dan Rokatun.

“Kerugian yang ditaksir sekitar Rp 500 juta dan untuk korban jiwa nihil,” tutup Sigit.

Sementara salah satu pemilik rumah menerangkan H. Damsuri menjelaskan akibat kebakaran itu seluruh harta bendanya ludes terbakar.

“Habis pak, tidak ada yang tersisa,” kata salah seorang korban kebakaran.

Baik itu barang elektronik seperti televisi, kulkas dan lain sebagainya.

“Termasuk surat berharga seperti ijazah, surat tanah, kartu keluarga,” jelasnya.

Saat itu dirinya tidak dapat menyelamatkan barang berharga, karena kobaran api sudah tersebar.

“Hanya bisa selamatkan baju di badan. Kebenaran air lagi pasang, dibantu mobil pemadam kebakaran,” katanya.

Aliana, salah satu keluarga korban juga mengatakan kalau saat itu dirinya hendak mencabut stop kontak. Tiba-tiba timbul percikan api sehingga menyambar bahan yang mudah terbakar.

Usai tau api menyambar, suaminya langsung menarik kios apung yang menjual BBM dan tabung gas dari lokasi ke daerah aman.

Baca Juga :  Tim Evakuasi Korban Gempa Cianjur Terus Bekerja, Korban Kembali Ditemukan

“Untung dapat selamat, ” jelasnya.

Komentar