SwaraID – OKU Timur, (01/10/20) : Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) “Sebiduk Sehaluan” OKU Timur Yogyakarta serukan kepada calon kepala daerah kedepan harus memperhatikan Organisasi Mahasiswa Daerah (ORMADA) baik di skala regional maupun di luar daerah.
Seperti kita tahu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) OKU Timur akan digelar pada 8-9 Desember 2020, adapun calon yg telah di tetapkan oleh KPU yaitu;
Paslon 1: H. Lanosin Hamzah, S.T. dan H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H.
Paslon 2: Kol. Inf. Ruslan Taimi, S.E., M.M. dan Dr. Herly Sunawan, S.H.
Pilkada OKU Timur juga akan dihelat bersamaan dengan enam Kabupaten lain di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Muratara, Pali, Ogan Ilir, OKUS, OKU, dan Musi Rawas.
Jhona Welki Saputra Ketua IKPM OKU Timur menyerukan bahwa untuk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti perlu memperhatikan ORMADA,
“Bila perlu dibuat satu Badan atau Departemen khusus untuk mengintegrasikan antara organisasi mahasiswa daerah dan eksekutif daerah. Hal semacam itu dirasa sangat penting, karena sejauh ini khususnya IKPM OKU Timur Yogyakarta yang berada di luar kabupaten seperti memiliki sekat bahkan seperti di anggap anak tiri oleh rahimnya sendiri” penuturan Jhona kepada SwaraID.
Lebih lanjut Jhona menjelaskan,
“Kami jajaran pengurus IKPM Sebiduk Sehaluan Yogyakarta, selama menjalani masa kepengurusan ini, sulit untuk show up atau tampil secara terang-terangan untuk memperkenalkan kebudayaan daerah. Bukan karena SDM yang rendah atau tidak bisa merancang taktis dan strategi organisasi, namun karena menurut kami kurangnya dukungan dari Pemerintah Daerah, baik dukungan finansial maupun dukungan moral. Hal itu dibuktikan dengan seringnya kami iuran (uang pribadi) untuk mengadakan suatu kegiatan dalam rangka memajukan dan mempertahankan eksistensi organisasi mahasiswa daerah di tanah rantau. Ditambah lagi, untuk audiensi ke Pemda yang juga sangat sulit seperti ada batas yg memisahkan” terang Jhona.
Jika dibandingkan dengan IKPM dari daerah lain yg terfasilitasi dengan adanya support dari Pemda seperti pengadaan sekretariat atau asrama, tak jarang IKPM OKUT Yogyakarta ini justru meminjam sekretariat dari Kabupaten lain untuk rapat dan mengadakan kegiatan. Ironisnya lagi untuk mengamankan arsip barang-barang milik organisasi, sementara harus meminjam kamar kos atau kontrakan milik mahasiswa OKU Timur sebagai gudang penyimpanan arsip barang milik organisasi.
“Meski kami menyadari problem di atas tidak akan menghambat perjuangan, namun representasi kepedulian Pemerintah Daerah terhadap generasi penerusnya bisa terlihat dari usaha mereka untuk menyelesaikan problem- problem tersebut. Imbasnya jika problem itu tidak terselesaikan, kami tidak bisa menjamin IKPM OKU Timur Yogyakarta akan selalu eksis karena kami kesulitan untuk mencari mahasiswa yang mau menjadi pengurus di IKPM OKU Timur Yogyakarta, barangkali mereka (mahasiwa daerah) juga melihat problem demikian sehingga mereka enggan bergabung” tambahnya.
Ketua IKPM OKU Timur ini berharap semoga OKU Timur akan menghasilkan pemimpin yang peduli terhadap generasinya, mengayomi potensi kepemudaan di dalam maupun di luar daerah agar setelah pulang bisa ikut andil dalam membangun daerah.
“IKPM Sebiduk Sehaluan OKU Timur Yogyakarta akan mendukung siapa saja yang menjadi Pemimpin daerah, semua kami kembalikan ke masyarakat OKUT, dan kami siap jika diminta bantuan untuk mengbdi di tanah kelahiran sendiri.” Tutup Jhona.












Komentar