oleh

EK LMND Palembang Bicara Perempuan dalam Kancah Politik

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :312 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (07/05/21): Secara kuantitas, wanita Indonesia dari hasil data sensus penduduk tahun 2020 berjumlah 133 juta orang atau sekitar 49.42% persen lebih sedikit dari kaum pria. Meski hanya kecil perbandingannya, namun kehadiran kaum wanita dalam dunia politik Indonesia masih sangat minim. Seperti pada lingkungan DPR RI, keterwakilan wanita dalam menempati kursi DPR RI periode 2019-2024 tak lebih kurang hanya mencapai 20.5% atau hanya sekitar 118 kursi dari 578 kursi yang diperebutkan. Padahal kursi legislatif yang di sediakan bagi kaum wanita dalam aturannya mencapai 30 persen.

Tentu hal ini tak bisa ditampik, kontruksi budaya dalam masyarakat yang menempatkan perempuan masih di nomor kedua setelah laki laki. Bahkan pembagian kerja dengan standar jenis kelamin, telah melandasi terjadinya perbedaan, membuat wanita lebih banyak bekerja di sektor domestik yang sering kali dipandang tidak lebih baik di banding dengan pekerjaan di sektor publik, yang notabene lebih dikuasai oleh kaum pria.

Oleh karena itu, dorongan dan dukungan guna melahirkan srikandi-srikandi dalam kancah politik Indonesia terus di upayakan baik dari level organisasi gerakan perempuan hingga organisasi kepemudaan sekali pun. Hal ini tentu di harapkan wanita yang berada di dunia politik lebih sensitif dapat berbicara terkait isu-isu perempuan.

Baca Juga :  Ketua EK LMND Kota Palembang Tampik Isi Capture Yang Menyebut Nama Dirinya dan Organisasi

Hal ini yang kemudian menjadi landasan topik diskusi yang diadakan oleh organisasi kepemudaan Eksekutif Kota (EK) Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Kota Palembang, “Ngopi- Ngobrol Perkara Ilmu Politik” dengan mengangkat tema “Jalan Baru Kaum Muda Perempuan Dalam Kancah Politik Elektoral Pemilu 2024”.

“Giat kita hari ini adalah Ngopi, Ngobrol Perkara Ilmu Politik, yang saat ini bertemakan dengan Jalur Baru Kaum Wanita Dalam Kancah Politik Elektoral Pemilu 2024.” Ungkap Ketua EK LMND Palembang Amir Iskandar.

“Kenapa mesti kita angkat, karena kita mengetahui politik saat ini banyak sekali ketimpangan antara pria dan perempuan. Nah, makanya pemerintah saat ini mengkampanyekan dengan 30% keterlibatan kawan-kawan dalam pengisian partai politik saat ini.” Lanjut gesahnya.

Menurut Amir Iskandar ketimpangan inilah yang harus mulai coba ditiadakan, dimana menurutnya sudah semestinya kehadiran wanita mendapat posisi yang sama dengan kaum pria.

“Bahwa perempuan harus melek, dalam politik harus terlibat aktif dalam politik, harus mengisi parlemen-parlemen yang ada di bangku dewan-dewan di DPR RI, maupun DPRD tingkat kota, kabupaten, bahkan provinsi.”

Baca Juga :  Peringati Hari Santri Nasional; PWNU Bedah Film "Sang Kyai"

Dalam diskusi tersebut yang langsung menghadirkan praktisi penggiat politik perempuan, Raudhatul Jannah mengungkapkan bentuk apresiasinya terhadap EK LMND yang mengangkat diskusi bertemakan kaum perempuan. Hal yang sama juga begitu dirasakan oleh Raudhatul Jannah, di mana perempuan masih belum mendapatkan kedudukan setara laki laki, terkhusus dalam kancah politik parlementer.

“Ini adalah kegiatan yang sangat produktif, sebagaimana yang kita ketahui kalau perempuan itu sekarang masih banyak belum berperan aktif, masih belum terpenuhi yang namanya keterwakilan perempuan apalagi di urusan dunia politik. Dan kawan LMND secara sadar mengangkat tema khususnya perempuan untuk memajukan generasi perempuan.” Sebutnya.

Selain itu dalam diskusi bertemakan perempuan ini juga menghadirkan sikandi lainya, Siti Anisyah yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Dalam kacamatanya, kegiatan diskusi yang diadakan oleh EK LMND Kota Palembang ini bentuk peduli dalam partisipasi wanita di dunia politik.

“Yang jelas ini merupakan ajang silaturahmi karena ini dari berbagai organisasi mahasiswa. Dan juga untuk memperkaya pengetahuan dan sharing pengalaman. harapan saya semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan biar semua generasi millennial, khususnya perempuan melek akan politik.” Tutupnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya