3 November 2020 - 00:58 WIB | Dibaca : 3,094 kali

Duta Baca : Pemerintah Harus Lebih Memihak Kepada Penggiat Literasi

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (3/11/20) : Membaca membuka jendela dunia. Itulah kalimat yang sering kita dengar, terkait dengan pentingnya membaca. Artinya dengan membaca kita dapat melihat dunia luar, dapat mengetahui seluk beluk dan lika-liku kehidupan dunia sebenarnya. Membaca dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas kehidupan kita, dapat mempengaruhi emosi, pemikiran dan sikap, sedangkan emosi, sikap dan pemikiran ini sangat menentukan kesuksesan dan kemajuan kita. Membaca juga memiliki peran yang sangat vital dalam menyumbang generasi-generasi emas pembawa kemajuan, tentu kita sepakat bahwa membaca akan meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan.

Duta Baca Sumatera Selatan Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH., M. Hum. Mengatakan terpilihnya beliau sebagai Duta Baca pada tahun 2018 salah satunya karena sebuah inovasi yang di buatnya yaitu Library Cafe Dengan mengusung tema kekinian yang di lengkapi dengan fasilitas seperti, music, meja billiar, digital library, dan juga caffe yang berada di kampus STIHPADA Jalan Sukabangun II selain dari karya-karya ilmiah yang sudah di tulisnya.(Senin, 2/11/2020)

Baca Juga :  Jangan Pakai Cara Instan ! Berikut 3 Langkah Perawatan Wajah Ala dr. Indah

“Tujuan saya mendirikan library cafe ini untuk menumbuhkan minat baca dan anak-anak mau ke perpustakaan”. Tegasnya

Sebagai duta baca,  Ady, demikian sapaan akrabnya bercita-cita ingin menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai provinsi yang kaya akan literasi dan memiliki perpustakaan yang berskala internasional.

“Saya punya gagasan dan punya konsep bahwa perpustakaan bergabung dengan museum, jadi disana ada perpustakaan tapi disana juga ada museum karena sumatera Selatan ini kaya akan budaya/culture dan itu bisa menjadi wisata edukasi”. Ungkapnya kepada SWARAID.

Hingga saat ini gagasan itu belum terealisasi meski Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH.,M.Hum selaku Duta Baca sudah berkomunikasi dengan stakeholder pemerintahan.

Kita sebagai orang tua dan masyarakat juga harus mempermudah akses baca dan memberikan kepada anak-anak bahan bacaan yang berkualitas yang baik dan mendidik agar anak kita kaya akan  wawasan.

Bagi adik-adik atau generasi muda yang ingin menjadi Duta Baca, sudah harus mempersiapkan diri dan juga menghasilkan suatu karya

“Karena kita sebagai Duta Baca tidak hanya dituntut untuk banyak membaca tapi juga menghasilkan suatu karya, bisa berupa buku dan juga literasi lainnya”. jelas Addy.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel: Edukasi Penegakan Protokol Kesehatan adalah Tugas Kita Bersama

Addy juga menyarankan kepada pihak Perpustakaan Daerah agar mempunyai website agar seluruh komunitas penggiat literasi itu terdata, mengingat banyaknya komunitas literasi di Sumsel ini namun tersebar sehingga tidak terdeteksi secara detail dan berharap Pemerintah harus lebih memihak kepada penggiat literasi bila perlu disiapkan tempat untuk melakukan kegiatan.

Komentar