oleh

Dinas PUPR Antisipasi Luapan Air Pasang dan Hujan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :295 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (04/11/20) : Tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang terhadap antisipasi luapan air dan banjir di masa penghujan seperti saat ini. Dinas PUPR Kota Palembang dalam hal ini mencoba mengoptimalisasikan fungsi anak-anak sungai di Wilayah Kota Palembang dalam menghadapi musim hujan.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 38 pasal 3 tentang pengelolaan sungai dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan dengan tujuan untuk mewujudkan kemanfaatan fungsi sungai yang berkelanjutan.

Kaitannya fungsi sungai sebagai saluran serapan luapan ketika banjir Dinas PUPR Kota Palembang bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang dan OPD  terkait selalu mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga anak- anak sungai dan sungai Musi itu sendiri agar nantinya ketika musim penghujan datang, tidak terjadi peluapan dikala hujan turun

Akhmad Bastari Yusak kepala dinas PUPR kota Palembang dalam mengantisipasi musim penghujan, menjelaskan apa yang dilakukan sesuai dengan PP no 38 pasal 3.

Baca Juga :  Jaga Kualitas Air di Seluruh Aliran Anak Sungai, Pemkot Siapkan IPAL

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membangun di sepanjang pinggiran sungai dengan minimal berjarak lima meter dari sungai dan tidak membuang sampah sembarang yang memungkinkan bisa menyumbat saluran air.

“Kami Dinas PUPR kota Palembang dalam rangka mengantisipasi luapan air ataupun genangan air di musim penghujan ini, sudah sejak setiap hari kami memelihara sungai, anak-anak sungai, dan rute saluran air. Tidak lupa juga perawatan kolam kolam retensi sebagai resapan, dan juga kita punya pompa yang juga akan mengendalikan luapan apabila terjadi pasang atau hujan.” Akhmad Bastari Yusak Kepala Dinas PUPR Kota Palembang dalam upaya mengantisipasi luapan air ataupun genangan air dimusim penghujan di kota Palembang.

Lebih lanjut terkait dengan pompa air di sungai bendung yang menurutnya mampu mengendalikan genangan air setidaknya 17 titik yang hilang.

“Memang sangat signifikan sekali dengan beroperasinya pompa di sungai Bendung, kurang lebih 17 titik yang telah hilang, dan luasan yang sangat jauh berkurang, saya kira untuk itu sudah tercapai. Kedapa kita juga akan membangun pompa seperti di sungai Buah, sungai Sekanak Labidaro,dan sungai Kedukan” ungkapnya.

Baca Juga :  3 ASN Dinas Perdagangan Kota Palembang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kepala Dinas PUPR dengan ini dirinya menyakini bahwa dalam musim penghujan sekarang ini sudah tidak banyak lagi titik rawan banjir di Kota Palembang dengan berkat apa yang dikerjakan sebelumnya oleh Dinas PUPR Kota Palembang dalam menghadapi musim penghujan.

“Insyaallah memasuki musim penghujan di tahun 2020 ini sudah tidak banyak lagi titik- titik genangan, dan sudah tidak lama lagi terjadi genangan seperti tahun- tahun sebelumnya.” Terang Akhmad Bustari Yusak.

Namun dirinya juga mengakui bahwa masih ada beberapa titik banjir yang menjadi PR dari Dinas PUPR Kota Palembang, salah satunya yang terjadi di wilayah Simpang Kades kilometer 12 Alang Alang Lebar. Namun demikian Dinas PUPR Kota Palembang sesegera mungkin akan mengatasi permasalahan tersebut, lebih jelas Akhmad Bustari Yusak menuturkan.

“Karena itu jalan nasional , kita sudah berkoordinasi dengan menteri PUPR Republik Indonesia, kedepannya kita akan memperbaiki infrastruktur jaringan air dan juga akan seperti membangun pompa serapan air dan juga memperbaiki saluran air yang ada hingga memenuhi kapasitasnya.” Tuturnya

Baca Juga :  HJ Tersangka "Gantung Anak Kandung" Diperiksa Kejiwaannya

Terakhir Akhmad Bustari Yusak kepala dinas PUPR Kota Palembang mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara sungai dan infrastruktur yang ada.

“Berdasarkan himbauan dari Walikota dimana kita harus menjaga lingkungan kita masing- masing jangan kita membuang sampah ke sembarang tempat yang memungkinkan akan tersumbatnya saluran air, gorong- gorong yang akan menimbulkan genangan. Sehingga tidak akan membuat pencemaran, dan bencana dari sampah tersebut
dan satu lagi tolong dipelihara infrastruktur yang telah dibangun Pemerintah, baik Pemerintah Pusat melalui APBN, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota. Mari kita jaga sama- sama sehingga infrastruktur yang dibangun itu akan berfungsi sebagaimana di rencanakan.” Tutupnya.

Komentar

Berita Lainya