29 September 2021 - 10:22 WIB | Dibaca : 1,097 kali

BNN Provinsi Sumsel “Sulap” Kelurahan 36 dan 29 Ilir Jadi Kampung Bersinar

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (29/09/2021): BNN Provinsi Sumatera Selatan jadikan Kelurahan 36 Ilir dan 29 Ilir Palembang sebagai pilot projects Kampung Bersih Narkoba (Bersinar), dalam upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba.

Ika Wahyu Hindaryati, Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumatera Selatan menjelaskan, pemilihan kedua kelurahan ini di pengaruhi beberapa hal, bahkan termasuk usulan Walikota Palembang.

“Karena rawan narkoba, termasuk adanya penggerebekan kasus kemarin, juga usulan dari Walikota Palembang,” katanya usai launching di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu (29/9/21).

Menurut Ika Wahyu Hindaryati, dalam pelaksanaannya dipastikan sulit, maka untuk memberantas narkoba yang merupakan lingkaran setan itu perlu dukungan dari semua pihak.

“Bagai orang yang dijadikan sebagai mata pencarian, ini pasti akan sulit. Maka kita harus kerjasama memberikan pembinaan untuk menggantikan mata pencarian mereka,” katanya.

Kata dia, dalam gerakan Kampung Bersinar ini, pihaknya membentuk relawan yang berasal dari BNN, kepolisian dan juga warga sekitar yang juga ikut bersama-sama memerangi narkoba.

“Jadi kita akan lakukan edukasi, seperti bahaya narkoba dan juga membuat kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi anak-anak muda,” kata Ika.

Baca Juga :  Sejumlah Pejabat Eselon II Dilantik Wali Kota Palembang, Ini Posisi Baru Mereka

Sebagai gantinya, pihak BNNP Sumsel akan juga menggandeng pihak BUMN untuk memberikan pembekalan ilmu kewirausahaan kepada warga setempat.

“Kita terus dorong ini dan kita harap semua kampung di kota Palembang bisa juga seperti ini. Dan selain di Palembang di setiap kabupaten/kota di Sumsel juga kita memiliki kampung bersinar ini seperti di Pagar Alam. Jadi semua unsur kita libatkan mulai dari Pak RT, tokoh agama, karang taruna, dan lainnya yang akan kita gerakkan bersama memerangi Narkoba,” katanya.

Di lain sisi, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, dua kampung ini akan jadi percontohan. Jangan sampai masyarakat Palembang menyalahgunakan narkoba.

“Narkoba ini lebih bahaya dari Corona. Sebab narkoba menjadikan seseorang sampah masyarakat, menjadi beban, dan tidak berguna,” katanya.

Komentar