15 Januari 2022 - 12:44 WIB | Dibaca : 1,146 kali

Bayi Kembar Siam 2 Kepala 1 Tubuh Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya!

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Bayi kembar siam meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang dengan kondisi memiliki dua kepala dan satu tubuh berjenis kelamin laki-laki.

Diketahui, anak dari pasangan suami istri ER (26) dan AK (25) itu, terlahir pada hari Jumat (14/1/22) pukul 08.20 WIB. Lahir dengan berat 3.600 gram, panjang tubuh 44 cm serta lingkar kepala kedua bayi 33 cm.

Setelah kelahirannya bayi kembar silam tersebut langsung dibawah ke ruang perawatan intensif bayi baru lahir. Akan tetapi kondisi bayi semakin memburuk dan pada akhirnya meninggal dunia setelah 3 jam dilahirkan pada pukul 11.20 WIB.

Menurut dr. Indrayadi, Sp.A (K) mengatakan penyebab kematian bayi tersebut diduga karena kondisi paru-parunya yang tidak normal yaitu 2 kepala dengan 1 paru-paru saja.

Ia juga menyebutkan bahwa adanya kelainan jantung bawaan yang identik selalu menyerang bayi kembar siam.

Lebih lanjut, dr.Indrayadi menceritakan bayi kembar siam tersebut setelah dilahirkan tidak langsung menangis, lalu dilakukan pertolongan bantuan napas kepada bayi kembar siam dan segera dibawa ke ruang perawatan intensif bayi baru lahir.

Baca Juga :  Kamu Bad Mood, Tips Rahasia Ini Bisa membantu mu

“Di ruang intensif bayi kembali tidak bernafas lalu kemudian segera kami melakukan pemasangan selang bantu napas kedua kepala bayi dan dihubungkan dengan mesin bantu napas,” ujarnya saat diwawancarai SWARAID, Sabtu (15/1/22).

Setelah dilakukan bantuan napas di kepala kanan, tampak hanya merespon dari dinding dada kanan yang bergerak serta suara napas yang hanya terdengar disebelah kanan saja.

“Karena saat diberikan bantuan napas yang merespon itu hanya sebelah kanan saja, jadi segera diberi bantuan napas untuk kepala kiri, namun hanya dinding dada kiri yang bergerak dan suara napas hanya terdengar di dada kiri. Sehingga dicurigai satu kepala ini terhubung dengan satu paru-paru saja.”

Telah dilakukan foto rontgen pada bayi kembar siam tersebut dan tampak 2 tenggorokan, 2 paru, 1 jantung, 2 tulang belakang, 2 lambung, 1 tulang pinggul, 2 tungkai, dan 2 lengan.

“Kami telah melakukan pemeriksaan, namun bayi belum sempat dilakukan pemeriksaan ekorkardiografi kondisi bayi semakin memburuk, walaupun bantuan mesin napas dimaksimalkan, diberikan obat-obatan penunjang pompa jantung tapi tetap saja bayi tidak tertolong dan meninggal dunia pada pukul 11.20 WIB,” jelasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Tahap Pertama Prioritaskan Tenaga Kesehatan dan Pelayanan Publik

Akan tetapi, bayi belum sempat dilakukan pemeriksaan pada ekorardiografi. Sehingga kondisi bayi semakin memburuk walaupun telah dibantu dengan mesin bantuan napas.

“Sempat diberikan pertolongan obat-obat penunjang pompa janting tapi tetap tidak tertolong,” tuturnya.

Diketahui, penyebab kematian tersebut diduga selain karena kondisi paru yang tidak normal, juga adanya kelainan jantung bawaan yang biasanya selalu menyerang kepada bayi yang terlahir kembar siam.

Komentar