6 Agustus 2022 - 01:05 WIB | Dibaca : 248 kali

Aliran Sungai Tertutup Proyek Jalan Tol, Bupati dan Wabup Tinjau Banjir di Banyuasin III

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Banjir dikarenakan adanya terusan aliran air yang kurang lancar, hal ini disebabkan akses tersebut digunakan oleh lalu lintas kendaraan untuk pengerjaan proyek jalan tol, akibatnya air menggenang ke pemukiman warga

SWARAID, BANYUASIN: Hujan deras yang melanda ibukota Kabupaten Banyuasin Kamis Malam (4/8/22) mengakibatkan pemukiman warga Pangkalan Balai dan sekitarnya terendam banjir. Bupati Banyuasin, H. Askolani dan Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono turun langsung meninjau kondisi pemukiman warga yang terdampak banjir.

Dalam waktu yang tidak bersamaan, Wakil Bupati terlebih dahulu turun untuk meninjau langsung kondisi dilapangan, dilanjutkan pada siang harinya Bupati Banyuasin didampingi Ketua DPRD beserta anggota dan sejumlah OPD Pemkab Banyuasin, menemui warga terdampak banjir untuk memberikan dukungan dan rasa simpatinya.

Bupati Banyuasin, H. Askolani mengatakan, setelah meninjau situasi dan kondisi di lapangan, ia menjelaskan bahwa penyebab terjadinya banjir dikarenakan adanya terusan aliran air yang kurang lancar, hal ini disebabkan akses tersebut digunakan oleh lalu lintas kendaraan untuk pengerjaan proyek jalan tol, akibatnya air menggenang ke pemukiman warga.

“Hal ini disebabkan oleh luapan air yang tidak bisa ditampung lagi oleh aliran drainase karena aliran sungai bom yang tertutup oleh pengerjaan jalan tol,” ungkap Askolani, Jumat ( 5/8/22 ).

Baca Juga :  UPBJ Setda Banyuasin Gelar BIMTEK Pemanfaatan Katalog Elektronik Lokal dan Toko Daring

“Setidaknya ada 3 Kelurahan dengan 7 titik banjir yang parah se-Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin yang terkena imbas dari Banjir ini,” sambungnya.

Sebagai upaya Pemkab Banyuasin agar tidak terulang lagi hal tersebut, Askolani menuturkan akan segera mengirimkan surat secara resmi pada pihak Waskita Karya yang mengerjakan proyek jalan tol tersebut, dan juga akan menurunkan tim untuk mengkaji ulang desain terusan air, sehingga meskipun hujan yang deras tidak lagi terjadi banjir.

“Pertama, kita sudah berbicara dengan pihak Waskita dan kita sudah sampaikan kondisinya, segera kita juga kirimkan surat resmi, insya Allah terusan buatan akan ditambah oleh pihak perusahaan, sodetan selesai, Insya Allah aliran sungai akan mengalir dengan deras,” katanya.

“Harapan kita kendati demikian semoga pembangunan jalan tol tidak terhambat demi kepentingan bersama dan masyarakat juga tidak boleh dirugikan, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama dapat terwujud,” tambahnya.

Sembari meninjau kondisi banjir, Askolani beserta rombongan juga membawa dan memberikan sejumlah bantuan kepada korban terdampak banjir. Sejumlah tim, baik kesehatan, BPBD, dan Dinsos pun telah dikerahkan untuk tanggap darurat Banjir tersebut.

Baca Juga :  Tunjang Akses Mobilitas Masyarakat, Jalan Poros Kecamatan Se-Banyuasin Terus Dibangun

“Yang pasti kita sudah siapkan sejumlah petugas,baik medis, tenda, maupun bantuan makanan di beberapa titik untuk meringankan korban yang terdampak,” jelasnya.

Sementara itu, Set Operasional Manager PT. Waskita Karya, Ari Azhari Sani mengatakan, dirinya telah menginvestigasi kemungkinan resiko-resiko yang akan ditimbulkan dalam pengerjaan tol, khususnya di daerah rawa yang bersinggungan langsung dengan proyek tersebut.

Dari pada itu, ia mengungkapkan situasi yang ada sekarang di luar antisipasi dan dugaan pihaknya, karena hujan deras yang tak kunjung reda pada Kamis malam.

“Saat ini kita sudah bergerak cepat untuk mengantisipasi hal ini dengan menambah sodetan baru lagi disekitar proyek, dengan mengerahkan sejumlah alat di lapangan untuk mengatasi banjir tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk meringankan beban korban terdampak banjir, pihaknya akan memberikan sejumlah bantuan baik makanan maupun tim medis.

“Untuk hari ini makanan, dan kita akan tambah lagi mungkin untuk tim medis dan penerangan,” pungkasnya.

Komentar