7 Oktober 2020 - 10:51 WIB | Dibaca : 2,570 kali

Aktivis Perempuan Bersuara : Puan Maharani Tak Ada Hati!

Laporan : Surya
Editor : Noviani Dwi Putri

SwaraID – Palembang, (07/10/20) : Aktivis Perempuan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palembang menyuarakan aspirasinya yang mewakili  ratusan mahasiswa perempuan yang hadir pada aksi hari ini (7/10/20) atas UU Cipta Kerja Omnibus Law yang disahkan oleh Pemerintah yang menjadikan alasan seluruh elemen mahasiswa turun ke gedung DPRD Provinsi Sumsel.

Putri Irliyani (20) menyuarakan aspirasinya dengan lantang di hadapan sejumlah polisi dan mahasiswa

“Terima kasih banyak saya ucapkan kepada Bapak-Bapak dan  Ibu-Ibu kepolisian atas pengawalan yang super ketat ini. Kita ketahui bersama kawan-kawan bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua, kita rela berpanas- panasan datang kemari untuk menyuarakan aspirasi kita untuk men- tidak sepakati UU  Cipta Kerja Omnibus Law yang kabarnya telah disahkan.” Ungkap Putri.

“Puan Maharani yang kita ketahui sebagai Ketua DPR RI anak dari salah satu mantan Presiden RI yaitu Megawati Soekarno Putri sangat tidak punya hati atas nama pengesahan ini. Kita lihat dari isi UU Cipta Kerja itu tersebut sangatlah merugikan para buruh, petani serta pekerja yang ada di negara kita. Lalu jelas yang diuntungkan dalam UU Cipta Kerja itu hanyalah corporate.” Tegasnya.

Baca Juga :  Pertama Kali di Sumbagsel, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Terima Penghargaan dari HMI Sumbagsel

“Sangat lah miris kawan-kawan melihat keadaan negara kita saat ini, semoga Pemerintah dan Anggota DPR RI memikirkan ulang atas hal ini. Kita tetap akan mengawal aksi ini sampai hari berikutnya, jika tidak ada tanggapan dari pihak DPRD terutama, maka kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak lagi!”  Pungkas kader HMI tersebut.

Komentar