Jumat, 19 November 2021 18:52 WIB

Aksi “Siluman” Mafia Tanah Lagi; Nirina Zubir Jadi Korban Asisten Rumah Tangga

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :327 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID, JAKARTA : Kasus mafia tanah kembali menghebohkan publik. Kali ini menimpa artis peran Nirina Zubir, mirisnya tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang dekatnya, yakni asisten rumah tangga ibunya sendiri bernama Riri Khasmita dan suaminya Endrianto.

Pelaku melakukan balik nama atas enam bidang tanah milik keluarga Nirina Zubir menjadi atas nama Riri Khasmita dan Endrianto. Kerugian yang dialami Nirina mencapai Rp 17 miliar.

Kejadian ini menambah keresahan masyarakat, ketika aksi penyerobotan aset yang bisa disebut “bukan perkara mudah untuk dilakukan” tapi kembali terulang.

Sebagaimana disebut oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, harus ada bukti kepemilikan dan kelihaian oknum tertentu untuk melakukan tidak kejahatan tersebut.

Melansir Katadata.co.id Trubus menyebut Riri pasti berkolaborasi dengan pihak lain, dalam hal ini notaris, untuk membalik nama.

“Publik harus lebih berhati-hati karena mafia tanah bisa terjadi atas keterlibatan orang dalam,” ujarnya, kepada Katadata, Jumat (19/11).

Lebih lanjut, Trubus mengatakan dalam kasus Nirina Zubir terdapat pihak lain yang membantu asisten rumah tangganya untuk melakukan pembalikan nama atas aset milik ibunya.

Baca Juga :  6 Bulan DPO Akhirnya Akbar Keok di "Pelor" Polisi

Ia pun menyarankan agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap siapapun yang bekerja di rumah, termasuk asisten rumah tangga.

Lebih lanjut, Trubus mengatakan dalam kasus Nirina Zubir terdapat pihak lain yang membantu asisten rumah tangganya untuk melakukan pembalikan nama atas aset milik ibunya.

Ia pun menyarankan agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap siapapun yang bekerja di rumah, termasuk asisten rumah tangga.

“Memang dibutuhkan kejelian status asisten rumah tangganya sendiri kemudian juga perilakunya, kemudian budi pekertinya, kejujurannya. Termasuk dia punya ikatan dengan siapa harus tau,” ujar Trubus pada Jumat (19/11).

Nirina Zubir dalam konferensi persi di Polda Metro Jaya pada Kamis (18/11) lalu mengatakan Riri telah memalsukan surat tanah milik ibunya yang dikira hilang.

Setelah melakukan investigasi Nirina mengatakan Riri akhirnya mengakui bahwa surat tersebut tidak hilang melainkan dibuat seakan-akan hilang.

Nirina kemudian membuat laporan terkait kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada bulan Juli lalu.

Total Riri telah membalikkan nama terhadap enam bidang tanah yang diganti atas nama Riri dan suaminya.

Baca Juga :  Aksi "Siluman" Penyerobot Tanah Kian Meresahkan, Kejagung Buka Hotline Pengaduan

Empat surat tersebut kemudian digadaikan ke bank dan dua surat lainnya dijual.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan dalam kasus ini terdapat dua klaster yakni klaster pelaku dan klaster notaris.

Tubagus mengungkap motif tersangka dalam melakukan penggelapan aset tersebut adalah motif ekonomi.

“Ini melibatkan banyak profesi, salah satunya adalah profesi notaris,” ujar Tubagus.

Kepolisian kemudian melakukan pemblokiran rekening para tersangka berdasarkan laporan Nirina Zubir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan saat ini sudah ada lima tersangka yang diamankan dengan tiga yang sudah ditahan sementara dua lagi masih dilakukan pemeriksaan.

Dua tersangka yang saat ini sedang diperiksa diketahui sebagai notaris yang terlibat dalam pembalikkan nama dalam kasus tersebut. Para tersangka kemudian dijerat Pasal 378, 372 dan 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan pemalsuan dokumen.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya