oleh

3 Kali Dioperasi Akibat Kecelakaan Kerja ! Perusahaan Seolah Menutup Mata

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :3.600 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (13/09/2021): Andrean Saputra (23) pekerja perusahaan subkontraktor instalatir salah satu provider milik PT. PLN yang berkantor pusat di Bengkulu terpaksa menjalani tiga kali operasi di RSMH, akibat kecelakaan kerja yang dialaminya.

Namun naasnya hingga saat ini pihak perusahaan yang beralamat di Bengkulu yakni PT. BMG yang juga beroperasi di Palembang tempatnya bekerja bak menutup mata atas kejadian yang menimpa Andrean.

Tak sampai di situ, bahkan ketika hendak menjalani operasi ke empatnya, Andrean ditetapkan positif covid-19 sebagai, orang tanpa gejala (OTG).

Kronologi kejadian tersebut diceritakan salah satu rekan kerjanya. Kecelakaan tersebut terjadi pada 15 Agustus 2021, ketika Andrean bersama dua rekan kerjanya mendapatkan tugas dari perusahaan untuk memperbaiki jaringan yang dilaporkan oleh pelanggan perusahaan di jalan padat karya, Perumahan Griya Atma, Kelurahan Talang Jambe.

Setiba di tempat pukul 10:00 wib, Andrean bersama dua rekannya mengidentifikasi gangguan akibat kabel jaringan yang terputus akibat terkena alat berat.

Andrean bertugas untuk menarik ulang kabel jaringan internet kerumah pelanggan, dengan mengenakan pelindung diri lengkap K3. Penarikan kabel dari tiang pertama ke tiang kedua berjalan sesuai prosedur, namun kejadian naas terjadi pada saat penarikan tiang kedua ke tiang ketiga.

Baca Juga :  Herman Deru: Bugis Itu Satu Darah Dengan Kami

Disitulah di tiang ketiga kecelakaan terjadi, Andrean tersengat listrik dari trafo PLN, dimana ketika Andrean menaiki tiang belum terjadi apa-apa, namun ketika Andrean hendak mengikatkan kabel ke tiang disitulah Andrean tersengat listrik hingga trafo tersebut mengeluarkan suara yang cukup keras.

Seketika itu, Andrean terjatuh dari ketinggian kurang lebih 5 meter. Andrean tergelatak di tanah dengan kondisi seperti masih tersengat listrik dimana wajahnya membiru, dan juga mengeluarkan darah dari mulut dan sekujur tubuhnya terluka cukup parah, seperti pada bagian lengan kiri dan paha kanan pecah.

Di saat itulah salah satu rekan kerjanya bergegas mengevakuasi Andrean bersama warga setempat membawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Akibat yang dialami Andrean sangat parah, pihak Puskesmas mengarahkan untuk membawa Andrean ke RSMH untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, mirisnya adalah tak sampai disitu ketika Andrean hendak menjalani operasi pertamanya di tanggal 15 agustus 2021, pihak rumah sakit menginginkan uang muka sebesar sepuluh juta rupiah sebelum dilakukan operasi, disaat segenting inilah PT. BMG melarikan diri dari tanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa Andre.

Andrean yang merupakan dari kalangan keluarga berpenghasilan rendah, tentu sangat dilema dengan biaya operasi tinggi. Keluarga Andrean kemudian berupaya menggadaikan sepeda motor milik Andrean. Alhasil, uang sebesar Rp5 juta hasil gadai motor tersebut mereka gunakan untuk membayar uang muka operasi pertama Andrean.

Baca Juga :  Diskusi Politik Api Kartini ; Keterwakilan 30% Perempuan di DPRD Belum Terpenuhi

Akhirnya operasi pertama Andrean dilakukan pada pukul 23.00 wib.

Hingga saat ini Andrean telah menjalani operasinya yang ke tiga kali, namun ketika sebelum menjalani operasinya yang ke empat, pihak rumah sakit melakukan tes swab, Andrean dinyatakan positif covid-19 sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Pihak keluarga yang menginginkan Andre sementara waktu melakukan isolasi mandiri, dihalangi pihak rumah sakit, dan pihak rumah sakit juga meminta biayanya tiga kali operasinya yang berkisar 40 juta rupiah agar segera dibayarkan.

“Semalam adik Andre yang jaga telpon saya, bilang kalau Andre positif. Jadi pihak rumah sakit minta Andre harus di isolasi.” Terang ibu kandung Andre, Tumina (42) saat ditemui di kediaman Kelurahan Talang Betutu Perumahan Kampung Sukarami Asri, Senin (13/09/21).

Beliau menceritakan, keinginan pihak keluarga untuk Andre menjalankan isolasi mandiri, namun beliau menerangkan ketika masih dalam perbincangan telpon dengan dokter yang menangani Andre untuk dibawa pulang malam tadi.

Namun setibanya di rumah sakit untuk menjemput Andre, ibu Tumina di minta persetujuan bermaterai guna membawa pulang Andre, selain itu dari dokter yang menangani korban menyampaikan kepada pihak keluarga terkait biaya operasi yang sudah berjalan tiga kali dapat diangsur.

Baca Juga :  Operasi Lilin Akhir Tahun, Belum Ada Rencana Rekayasa Lalin

Lantas, hal berbeda diterima keluarga Andre ketika mengurus kepulangan Andre. Ketika membawa berkas ke admin, pihak rumah sakit meminta biaya keseluruhan selama sebulan Andre menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Pihak rumah sakit yang mengurusi berkas kepulangan Andre, minta saya untuk ke admin, saya yang diantar ke admin untuk diminta untuk melunasi biaya keseluruhan yang berkisar 40 juta rupiah.” Ungkapnya.

Dari keterangan keluarga, akhirnya Andre tidak berhasil dipulangkan dan Andre tetap di ruang inapnya, akibat biaya yang harus dilunasi tidak mampu ditanggung oleh keluarga.

“Jadi untuk sekarang yang jelas kami bingung, uang sebanyak itu dimana kita dapat, suami juga sopir, perusahaan juga semacam lepas tangan dengan kami.”

Untuk diketahui, Andre adalah anak pertama dari pasangan Hadianto (46) berpasangan dengan tumina (42) saat ini juga harus menanggung 4 orang anak namun satu telah menikah dan 2 orang cucu yang masih balita.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya