4 Agustus 2022 - 13:25 WIB | Dibaca : 244 kali

UPBJ Setda Banyuasin Gelar BIMTEK Pemanfaatan Katalog Elektronik Lokal dan Toko Daring

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan penggunaan platform yang nantinya akan digunakan pemerintah dalam melakukan kegiatan belanjanya

SWARAID, BANYUASIN: Guna menjalankan Inpres No.2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Unit Pelelangan Barang dan Jasa (UPBJ) Setda menggelar acara BIMTEK Pemanfaatan Katalog Elektronik Lokal dan Toko Daring Dalam Rangka Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi di Wilayah Kabupaten Banyuasin.

Bertempat di Graha Sedulang Setudung Banyuasin, acara dibuka secara langsung olah Bupati Banyuasin H. Askolani. Dalam sambutannya, Askolani mengatakan bahwa Kabupaten Banyuasin siap mendukung program yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Hari ini kami sampaikan, siap untuk mendukung program pak presiden dan LKPP, dan hari ini kami berkomitmen untuk turut mensukseskan program ini,” Kata Askolani, Kamis (4/8/22).

“Tanggal 14 Agustus ini kami akan mengumpulkan 300 pengusaha-pengusaha lokal, dan produk-produknya akan kami dafarkan secara e-catalogue,” sambungnya.

Baca Juga :  Kriya Sriwijaya Home Decoration Pacu Bangkitnya UMKM di Sumsel

Sementara itu, Kepala UPBJ Setda Kabupaten Banyuasin, Yulinda, S.KM., M.Si menjelaskan, sebanyak 500 peserta undangan yang hadir dalam acara BIMTEK, terdiri dari ASN, Kepala Desa, Pelaku UMKM dan pemilik perusahaan pers yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Dirinya menuturkan kegiatan yang berlangsung pada hari ini juga bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan penggunaan platform yang nantinya akan digunakan pemerintah dalam melakukan kegiatan belanjanya.

“Karena ke depan, nanti belanja pemerintah itu akan difokuskan ke penggunaan platform yang disediakan oleh LKPP, baik melalui katalog lokal, maupun toko daring bersama marketplace yang telah berkerjasama dengan LKPP,” jelas Yulianda.

“Dan untuk pelaku usaha baik barang maupun jasa, disini kita berikan pengetahuan dan tata cara, bagaimana mendaftar, menayangkan produk dan melakukan transaksi, jadi bila pelaku usaha dan pembeli telah melakukan mekanisme tersebut dan implementasinya berjalan dengan baik, itu akan membantu perekonomian teman-teman pelaku usaha lokal, harapannya anggaran belanja pemerintah Banyuasin teralokasikan kepada pengusaha-pengusaha lokal,” tambahnya.

Adapun salah satu platform yang telah menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa sejak tahun 2020 hingga sekarang yaitu Mbizmarket turut hadir dalam memberikan pendampingan kegiatan persiapan pengadaan barang dan jasa toko daring LKPP Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :  Sabut Kelapa harus Jadi Nilai Tambah Sendiri bagi Petani

Joko Wardoyo selaku Nasional Head Mbizmarket menjelaskan kemajuan digitalisasi sangat mempermudah, lebih simpl, transparansi dan tentunya yang paling penting adalah akuntability, sehingga membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien.

“Jadi Mbizmarket ini memang di desain untuk membantu proses kebutuhan pengadaan baik di pemerintah maupun swasta, dan untuk saat ini pengguna Mbizmarket sendiri sudah ada 29 provinsi, Lebih dari 150 kabupaten/kota termasuk kementerian dan lembaga di Indonesia.” Pungkas Joko.

Komentar