4 Oktober 2020 - 02:40 WIB | Dibaca : 1,739 kali

Tokoh Bicara, Masih Adakah Pancasila?

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SwaraID – Palembang, (04/10/20) : Dialog Kebangsaan Milenial Sumsel  yang digelar di Gun’s Cafe (3/10/20)  dengan tema “Masih Adakah Pancasila?” menghadirkan  Sekretaris Umum Koni Sumsel Ir. Suparman romans, Direktorat Intelkam Polda Sumsel AKBP Fauziah, S.p., Dewan Riset Kota Palembang  Albizia Rahidin Anang, S.E, M.M., Ketua Ikatan Alumni Muhammadiyah Sumsel Ir. H. Rudi Apriadi, M.B.A., serta Ketua Umum Kawan Milenial M. Hadi.

Tanpa kita sadari, nilai-nilai luhur Pancasila sudah mulai hilang dalam diri kita pada saat ini, melihat dari berbagai tindakan dan peristiwa yang terjadi terhadap keberagaman. Bagaimakah dengan nilai pancasila itu? Apakah sudah melekat pada hidup kita berbangsa dan bernegara atau hanya uthopia semata. Dan inilah beberapa pemikiran dari para tokoh tersebut,

“Harapan saya ialah agar kaum Milenial ini tetap terus bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila tersebut, karena di zaman globalisasi sekarang banyak ideologi-ideologi yang akan menggerus nilai pancasila tersebut dan diharapkan agar tidak terjadi di Indonesia. Semoga teman-teman kedepan lebih bisa cinta dengan bangsanya. Teman sumsel akan ada mengedukasi masyarakat Sumsel bahwa Pancasila itu adalah harga Mati.” Tutur Hadi  Ketua Umum Kawan Milenial Sumsel.

Baca Juga :  Pj Gubernur Agus Fatoni Apresiasi Komitmen Korporasi dalam Percepatan Penanggulangan Karhutla di Sumsel

“Kegiatan ini untuk memberi pelajaran untuk kaum Milenial Sumsel. Ini menurut saya merupakan refleksi untuk mengingat kembali sejarah. Ingatlah, galilah informasi data dan dokumen yang nyata benar yang bisa dipertanggung jawabkan karena calon milenial adalah penerus bangsa. Pancasila adalah pedoman ideologi negara kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Pancasila ini masih ada, tapi dia masih berkelana jauh.” Suparman Romans memberikan tanggapan.

“Kita harus intropeksi diri sendiri. Pancasila itu adalah moral, pancasila itu adalah sikap luhur nilai pancasila. Etika kita berbangsa. Yang harus diingat sama kita semua adalah sila-sila pancasila tersebut tidak bisa dipisahkan, saling mengunci dan saling mengait bahkan tidak bisa dipisahkan.” Tutup AKBP Fauziah.

 

Komentar