2 Agustus 2022 - 14:21 WIB | Dibaca : 286 kali

Tim Kuasa Hukum Askolani Ungkap 3 Fakta Penting Terkait Tuduhan NY

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Dodi Irama, S.H selaku Kuasa Hukum H. Askolani membeberkan 3 poin penting yang menjadi dasar, bahwa apa yang dituduhkan pada kliennya (Askolani) merupakan fitnah

SWARAID, PALEMBANG: Tim kuasa Hukum Bupati Banyuasin H. Askolani beberkan fakta-fakta penting pada awak media dalam konfrensi pers, Selasa (2/8/22)  guna meluruskan dan membantah tuduhan yang dilayangkan oleh Nova Yunita.

Dalam penjelasannya, Dodi Irama, S.H selaku Kuasa Hukum H. Askolani membeberkan 3 poin penting yang menjadi dasar, bahwa apa yang dituduhkan pada kliennya (Askolani) merupakan fitnah.

“Jelas klien kami difitnah, apa yang saudari NY tuduhan pada klien kami tidak sesuai dengan kebenaran, hari ini kami membawa data penting yang akan kami tunjukan agar semuanya jelas,” kata Dodi, Selasa (2/8/22).

“Laporan NY ke Polda Sumsel sungguh-sungguh tidak mendasar dan atas laporan tersebut, klien kami sangat merasa dirugikan baik secara pribadi, keluarga maupun jabatan beliau sebagai Bupati Banyuasin,” tambahnya.

Adapun poin-poin penting yang disampaikan Dodi terkait klarifikasi atas segala laporan yang telah dibuat oleh Nova Yunita ke Polda Sumsel pada Sabtu (31/7/22) yang lalu, diantaranya;

Pertama, laporan Nova Yunita ke Polda Sumsel terkait tuduhan menikah tanpa izin, secara jelas terbantahkan, karena pada tahun 2015 kedua belah pihak telah menandatangi surat pernyataan cerai di atas materai tertanggal 15 maret 2015. Dibuat dan diantar langsung kepada Askolani oleh Nova Yunita.

Baca Juga :  Ambulan Viral, Kasat Lantas; Sementara Sopir Kami Periksa

Kedua, laporan NY ke Polda Sumsel yang menuduh Askolani telah menelantarkan istri dan anaknya tanpa memberi nafkah lahir dan bathin, namun Askolani mengaku telah membantu NY sejak 2015 akhir dari mulai proses kelahiran anaknya hingga februari 2019.

Akan tetapi di Maret 2019 Askolani tidak lagi memberikan nafkah pada MRN (anak NY) dengan alasan NY telah melakukan kampanye hitam (black campign) melalui media sosial pada saat pencalonan dirinya menjadi Bupati Banyuasin.

Lantas dikatakan, Askolani meragukan kebenaran MRN sebagai putra kandungnya dan atas dasar itu pula Askolani meminta kepada KPAI untuk kedua belah pihak melakukan tes DNA guna membuktikan kebenaran apakah Askolani adalah memang benar ayah biologis MRN.

Askolani pun berjanji bila hasil tes DNA positif maka dirinya akan bertanggung jawab atas nafkah MRN baik yang sebelumnya tertunda maupun yang sekarang dan seterusnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Askolani sendiri telah memberikan sample yang dibutuhkan untuk keperluan tes, namun sayang hingga saat ini NY dan putranya belum memberikan sample yang diminta untuk keperluan tes DNA.

Baca Juga :  Klarifikasi Pihak Rektorat Universitas PGRI Terkait Pengurangan UKT

Ketiga, terkait buku nikah dengan akta nikah Nomor: 736/22/XII/2014 yang tersebar di media sosial, secara tegas Askolani membantah tidak pernah sekalipun menyuruh atau membuat dan tidak tahu menahu bagaimana akta nikah tersebut muncul.

Namun setelah diperiksa, terdapat perbedaan tandatangan Askolani dan juga status N.A yang berbeda, sehingga Pada tanggal 7 Desember 2021 Keputusan Kepala KUA Kertapati No.538/KPTS/KUA.06.07.12/PW.01/09/2021 memutuskan mencabut akta nikah tersebut karena statusnya Batal Demi Hukum.

“Inilah beberapa poin yang ingin kami klarifikasi, semoga dengan adanya fakta ini semuanya menjadi terang benderang dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tutur Dodi.

Untuk itu, Bupati Banyuasin melalui kuasa hukumnya menghimbau kepada Nova Yunita agar segera mencabut laporannya dan juga meminta maaf secara terbuka.

Ditegaskan Dodi, apabila 2×24 jam tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, maka pihaknya akan melakukan laporan balik atas Nova Yunita karena telah memberikan keterangan palsu, melakukan perbuatan fitnah, menyerang kehormatan dan pencemaran nama baik atas Bupati Banyuasin.

Komentar