6 Desember 2022 - 01:33 WIB | Dibaca : 1,386 kali

Sukseskan DRPPA, DP2PAP2KB Adakan Monitoring dan Evaluasi Bersama KemenPPPA

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Kami akan terus mendampingi baik secara langsung maupun online, dari proses-proses tersebut nanti setiap laporan akan kita lihat dan pantau

SWARAID, BANYUASIN: Dalam rangka mendukung dan mensukseskan Gerakan Pembangunan Keluarga Berencana (Gerbang Keren) dalam sinergi program pemerintah pusat melalui Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan Dan Peduli Anak (DRPPA), DP2PAP2KB Banyuasin bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi di Kab. Banyuasin.

Analis kebijakan Ahli Muda Pada Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Maya Septiayana, S. Kom., MM mengungkapkan DRPPA ini bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak serta pemenuhan hak anak yang ada di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kab. Banyuasin.

“Untuk langkah-langkah selanjutnya sudah ada rapat ditingkat provinsi, hari ini kita sedang berproses dimonitoring fase pertama, kita ingin melihat proses dari beberapa langkah atau proses DRPPA yang sudah kita laksanakan sejak april sampai hari ini,” kata Maya, di Kantor DP2PAP2KB Banyuasin, Senin (5/10/22).

Secara jelas Maya mengatakan, saat ini pemerintah belum bisa berbicara outcome atau apa yang sudah dihasilkan dari DRPPA ini, karena memerlukan ketelitian dan kesabaran dalam menjalankan setiap proses yang dilalui agar apa yang ditargetkan dapat tercapai secara maksimal.

Baca Juga :  Sudah Mahal, Kotor Pula!! Warga Banyuasin II Keluhkan Kualitas BBM

“Kita belum bisa bicara perubahan perilaku pada masyarakat, belum bisa bicara soal tatanan sosial, kita masih fokus kepada proses. Kita ingin melihat proses dari beberapa proses, seperti rembuk desa, launching kader SAPA, DRPPA itu sendiri, kemudian ada beberapa proses-proses yang lain, dan itulah yang ingin kita potret,” ujarnya.

Adapun desa sendiri diketahui telah mampu melakukan pemetaan terkait potensi desa, data desa seperti apa, kelembagaan, DRPPA yang telah ada diperaturan desa, hingga forum desa.

Karena itu, Maya menilai, desa telah cukup kuat dalam komitmen dan kelembagaannya, tinggal nanti bagaimana desa dapat mengelola anggaran dana desa sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses pembangunan sumber daya manusia khususnya terkait pemberdayaan anak dan perlindungan anak.

“Pastinya pemerintah Kabupaten dan Provinsi akan terus memberikan support untuk desa, kami akan terus mendampingi baik secara langsung maupun online, dari proses-proses tersebut nanti setiap laporan akan kita lihat dan pantau, lalu tahapan akhirnya adalah melihat perubahan, perubahan dari proses perilaku, bagaimana kemudian masyarakat peduli dan bisa mengintegrasikan perspektif gender, melakukan upaya-upaya dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” terangnya.

Baca Juga :  Kabupaten Banyuasin Kembali Tuai Prestasi Penghargaan Insentif Fiskal Dalam Pengendalian Inflasi

Sementara itu, Kepala DP2PAP2KB Banyuasin, Dra. Hj. Yosi Zartini sangat menyambut baik program DRPPA ini, dirinya memberikan apresiasi atas percepatan yang telah dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia, khusunya di Kab. Banyuasin.

“Untuk di Banyuasin sendiri alhamdulillah ada 2 desa yang dilaunching secara langsung oleh ibu menteri, yaitu desa Tabon Asri dan Desa Sungai Pinang,” tutur Yosi.

Berikutnya, Yosi menerangkan akan segera melanjutkan DRPPA ke 6 desa lainnya yang ada di Banyuasin. Dirinya menuturkan baru ada 8 desa yang dianggarkan untuk program Desa Ramah Perempuan Dan Peduli Anak.

“Kedepan kita harapkan, semakin banyak desa-desa di Kab. Banyuasin yang dapat menganggarkan untuk program DRPPA ini,” pungkasnya.

Komentar