30 November 2020 - 08:36 WIB | Dibaca : 1,779 kali

Seminar Naskah Kuno Ogan Komering Ilir

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (30/11/20): Kegiatan lanjutan dari sosialisasi naskah kuno Ogan Komering Ilir pada Oktober lalu, Daud Bengkulah yang merupakan putra daerah Ogan Komering Ilir berinisiasi untuk melestarikan budaya leluhur yang tertuang pada naskah naskah kuno yang dirinya temui dan telah di digitalisasi. Bersama rekan-rekannya, putera daerah Ogan Komering Ilir yang mendapat fasilitas kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini mengadakan seminar dan webinar mengenai naskah kuno Komering Ilir di Hotel Grand Inna Palembang, (28/11/20).

“Jadi yang tadi itu kita membahas naskah kuno Komering Ilir, jadi banyak ragam isi naskah Komering Ilir. Satu tentang geologi, ada juga tentang tasawuf, tentang sastra, bagaiman ulama-ulama kita dulu di Mekkah, menuliskan syairnya, ungkapan krinduannya dengan gadis-gadis dikampung dengan sastra, kemudian ada juga tentang pengobatan.” Jelas Daud Bengkulah kepada SWARAID.

Lebih jauh Daud Bengkulah menjelaskan tentang salah satu syair berbahasa Melayu namun ditulis dalam bahasa Arab yang menceritakan tentang ilmu tasawuf,

“Judulnya syair kelapa itu sebenarnya menceritakan tentang kitab tasawuf, ahlussunnah wal jamaah, nasehat tentang orang untuk belajar ilmu beragama, bahwa belajar itu harus ada syariat, tarikat, hakikat ilmu ma’rifat.”

Baca Juga :  Masyarakat Pagaralam Rasakan Dampak Bantuan Pembangunan Infrastruktur

Selain itu Daud juga mengharapkan ada tindak lanjut dari seminar yang dilakukan dan ada kajian-kajian baru tentang naskah kuno kedepannya,

“Semoga kedepan lebih disyiarkan lagi, lebih dikembangkan lagi, kalau sekarang mungkin kita terbatas maka kedepan kita akan ada kajian naskah Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin, dan meranah ke nasional.” Pungkasnya.

Prof. Dr. H. Duski Ibrahim, MA sebagai salah satu pembicara mengapresiasi kegiatan ini sebagai pelestarian warisan leluhur Komering Ilir yang mulai terkikis di masa sekarang,

“Saya melihat kegiatan ini sangat positif dan merupakan something point kita khasanah ilmu pengetahuan yang ada di dunia Melayu yang dalam hal ini daerah Komering dan Sumatera Selatan khususnya. Kita melihat bahwa suatu kajian seperti ini sudah lama sekali tertinggal atau ditinggalkan oleh komunitasnya, oleh karena itu kegiatan ini kita jadikan sebagai pengantar awal menggali kembali khasanah-khasanah yang berharga tersebut. ”

Duski Ibrahim menuturkan banyak hal yang yang dapat dipetik dari naskah kuno yang dibahas pada seminar tersebut, salah satunya seperti bagaimana yang dilakukan oleh para ulama  dahulu dalam menyiarkan agama dengan pendekatan menggunakan budaya setempat.

Baca Juga :  Sukses Gelar Turnamen Sepak Bola Antar OPD, Deru Kembali Buka Turnamen U20

Selanjutnya Awaluddin Akbar Al Kirom sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk terus melestarikan budaya yang ditinggalkan leluhur pada monoscript naskah kuno Ogan Komering Ilir.

“Kegiatan ini mengacu kepada menjaga warisan budaya kita. Kita anak muda sekarang identik dengan budaya barat yang terkesan melupakan budaya leluhur kita. Ini yang kita tingkatkan dalam hal ini yang tercatat pada naskah kuno yang tercatat didalamnya kekayaan intelektual masa lalu yang dituangkan pada tokoh-tokoh agama kita.”

Terakhir Awaluddin menyampaikan bahwa dalam naskah kuno banyak teladan leluhur yang dapat terus dilestarikan.

“Karena di dalam naskah tersebut ada lokalitas keagamaan, yang mana jika kita menemukan lokalitas keagamaan, kita bisa menemukan jati diri kita, identitas kita sebagai anak muda Sumatera Selatan.” Tutupnya.

 

Komentar