SwaraID – Palembang (8/9/2020), Trend ber sepeda terjadi hampir di semua wilayah dan keseluruh kalangan di Indonesia. Tidak terkecuali di palembang, palembang sebagai ibukota propinsi sumatera selatan juga mencatatkan dirinya sebagai pengguna sepeda yang cukup banyak saat pandemi. Dengan banyaknya pengguna sepeda di kota Palembang membuat penjual sepeda mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Masyarakat sedang senang – senangnya berkeliling kota menggunakan sepeda.
Banyaknya spot bersepeda kota palembang membuat menarik para pesepeda contohnya seperti jembatan ampera, benteng kuto besak (BKB), kambang iwak (KI) dan beberapa tempat lain nya membuat masyarakat di kota palembang menjadikan bersepeda menjadi tren seperti daerah lainnya.
Meski harga sepeda naik sampai 5 -70 persen sepertinya tidak menyurutkan minat pesepeda untuk membeli sepeda. Sehingga penjual sepeda meraup ke untungan sangat besar . Naiknya minat masyarakat untuk bersepeda membawa berkah tersendiri bagi para penjual sepeda yang sebelumnya sempat lesu sebelum pandemi. hal ini diakui oleh Septa(22) penjual toko sepeda Salsabila mengungkapkan “Melonjaknya penjualan sepeda sudah sekitar 3 – 4 bulan terakhir ini”. terang Septa
Lebih lanjut Septa (22) juga menyampaikan bahwa “Perminggu pendapatan tidak tentu kurang lebih mencapai 4-5 juta dan rata – rata sepeda yg di minati ialah sepeda MTB Polygon dan sepeda lipat”.
Sepeda pun menjadi penghilang jenuh karena kebijakan pemerintah yang menerapkan Work from Home, dan mengganti sektor pendidikan dari offline menjadi online. Karena itu bersepeda menjadi kegiatan alternatif untuk berolahraga pada saat banyak tempat olahraga yang lain kurang diminati, bersepeda justru semakin digemari dan menyehatkan.










Komentar