25 Februari 2023 - 09:33 WIB | Dibaca : 650 kali

Legenda Batang Hari Sembilan Sumsel; Sahilin Tutup Usia

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Siapa yang tak kenal nama Sahilin, khususnya warga Sumatera Selatan. Maestro musik Batang Hari Sembilan ini tutup usia di usia 69 tahun pada Sabtu (25/2/23) sekitar pukul 04.00 WIB.

Melalui pesan WhatsApp, anak sulung almarhum bernama Saidina membagikan kabar duka tersebut.

“Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un… telah meninggal dunia seniman Musik batanghari sembilan Sahilin pukul 04.00 WIB pagi ini (kabar dari anak Sahilin). Saat ini tengah di rumah duka,” tulis Saidina.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Kedukan Bukit II, RT 12, RW 03, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Dirumah kayu berukuran 4 X 8 meter, keluarga, sanak saudara, kerabat hingga tetangga Sahilin berkumpul untuk menyiapkan segala perlengkapan pemakaman Sahilin sebelum diberangkatkan ke TPU Kandang Kawat, Bukit Lama pukul 14.00 WIB hari ini.

Saidina, anak sulung Sahilin mengatakan ayahnya sehat sehat saja tidak mengalami sakit apalagi terbaring ditempat tidur. Bahkan pada 17 18 Februari ayahnya mengambil job di Desa Mainan, Kabupaten Banyuasin dan 18 Februari tampil di Desa Tanjung Laut Pedamaran OKI.

Baca Juga :  Banjir di Sumsel Meluas, Kabupaten Musi Rawas Ikut Terdampak

Lalu di 21 Februari tampil di Desa Fajar Bulan, Pedamaran OKI. Bahkan malam ini almarhum Sahilin dijadwalkan tampil di Sungai Lais, Kalidoni.

“Sebelum bapak meninggal dio minta urut adek aku (anak bungsu) sambil ngomong urut badan aku ni sekuat-kuatnyo karena terakhir aku minta urut,” kenang Saidina.

Tidak lama setelah itu, kata Saidina, ayahnya mengalami sesak napas lalu dibawa ke klinik Opina. Namun setelah sampai di klinik Opina disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit.

“Waktu ditensi tekanan darahnya sangat tinggi mencapai 220, lalu kami bawa pulang kerumah, tidak lama setelah itu bapak tambah sulit bernafas,” tuturnya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Sahilin meminta kepada Saidina untuk menghubungi anak bungsunya baru sekitar pukul 04.00 WIB pagi, tapi nafas bapak sudah tidak ada lagi.

“Semasa hidupnya bapak memang memiliki riwayat darah tinggi, suka merokok dan minum kopi makannya sedikit,” ungkapnya.

Komentar