oleh

Komunitas Kalangan 9 ; Edukasi Persoalan Sosial dan Ekonomi Selama Sepekan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :288 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (15/02/2021): Komunitas Kalangan 9 merupakan suatu perkumpulan yang di dalamnya tergabung para wanita akademisi. Dimulai dari hari Jumat (12/02/21), Komunitas ini mengadakan sosialisasi pemberdayaan ke masyarakat berbasis ekonomi lokal, mengedukasi seputar persoalan sosial dan ekonomi  dengan mengajak masyarakat berdiskusi dan memberikan pelatihan. Acara ini akan dilaksanakan selama sepekan.

Seperti yang disebutkan anggota Kalangan 9, Yanti Mochtar, Kalangan 9 memfasilitasi semua kalangan akademisi yang ingin memberikan edukasi ke masyarakat.

“Awalnya kalangan ini merupakan perkumpulan bertukar pikiran, membangun ide dan gagasan, maka disebut kalangan yang artinya habit atau ekosistem yang menjadi media dari berbagai latar belakang untuk berbagi pemikiran.” Cetusnya.

Yanti Mochtar menyebutkan dengan cita-cita memberdayakan masyarakat, di hari pertama Kalangan 9 mengundang Dr Bonita Hirza M.Pd dan Dr Yetty Hastiana M.Si, Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang. Kalangan 9 mengadakan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga dengan pendekatan ramah lingkungan, mengolah sampah organik menjadi ECOenzym yang dapat dimanfaatkan menjadi pengganti pupuk sintesis.

Di hari kedua, Kalangan 9 mengadakan pelatihan leadership kepada kaum muda yang berkiprah di bidang kewirausahaan. Dan di hari ketiga, Kalangan 9 menggelar sharing informasi perawatan kulit dan kecantikan yang mengundang Pakar Kesehatan Kulit dan Kecantikan, dr. Indah Permata Sari Sp.KK.

Baca Juga :  Defisit Mencapai 400 Miliar, TPP ASN Kota Palembang akan Kembali Dipangkas

“Dengan menanamkan prinsip pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan bijaksana dengan pendekatan basis lokalism (kearifan lokal) alhamdulillah kita, teman-teman disini termasuk dari teman- teman Kalangan 9.”

Terakhir, Yanti Mochtar menyebutkan memiliki harapan dapat membentuk kampung konservasi tanaman hias dan kampung tanaman obat. Sebagai upaya menggairahkan ekonomi di masa pandemi. Dengan pemberdayaan masyarakat agar lebih aktif dalam membangun gagasan ide.

“Jadi kita punya rencana membuat kampung konservasi tanaman hias, kampung tanaman obat jadi dengan melibatkan masyarakat, sesuai visi dan misi teman-teman di Kalangan 9.” Ungkapnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya