oleh

Ketua PB KOPRI ; Tangkal Keterlibatan Perempuan Dalam Paham Radikalisme

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :176 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (04/04/2021): Sungguh memilukan, seluruh elemen masyarakat Indonesia akhir-akhir ini harus dikagetkan dan digemparkan dengan beberapa tindak aksi radikalisme dan teroris. Seperti beberapa kejadian yang diberitakan media belakangan ini.

Ketua Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI), Maya Muizatil Lutfillah saat diwawancarai Reporter SWARAID menanggapi insiden penembakan di Mabes Polri beberapa waktu lalu,

“Kejadian ini yang sangat jelas kita ketahui bersama telah membuat pilu, setelah kejadian itu polisi sudah menangkap setidaknya 15 orang terduga teroris di sejumlah wilayah yang tidak lama setelah serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar.” Kata Maya.

Menurutnya, kejadian itu merupakan luka mendalam bagi kaum perempuan karena lagi-lagi keterlibatan perempuan dalam paham-paham radikalisme semakin menguat.

“Tentunya dari kejadian ini kita perlu merunut kembali apa saja pintu gerbang para perempuan terlibat seperti gerakan bom bunuh diri dan gerakan-gerakan yang membahayakan lainnya.” Tukas Maya.

Sahabat Maya Muizatil Lutfillah pula menegaskan, bahwa perempuan yang berada di wadah KOPRI harus menjadi garda terdepan bagi perempuan indonesia yang harus gencar mengkampayekan literasi, serta edukasi-edukasi lainnya guna memberikan pemahaman kepada perempuan-perempun di luar sana, sehingga kaum perempuan memiliki ruang-ruang untuk bersuara dan kaum perempuan tidak merasa terpinggirkan dan tidak mendapatkan haknya.

Baca Juga :  Lembaga Mahasiswa Tarbiyah; "Vaksin Terbit, Indonesia Bangkit?"

“Kita sesama perempuan harus saling menguatkan, saling mendukung serta selalu berdampingan dan bergandengan guna mewujudkan perempuan yang jauh dari sikap ekstrimisme tetapi melahirkan perempuan yang mandiri dan maju untuk indonesia.” Tutup Maya kepada Reporter SWARAID, pada Sabtu (3/4/21). 

Komentar

Berita Lainya