9 Oktober 2022 - 04:18 WIB | Dibaca : 605 kali

Kesedihan dan Doa, Iwan Fals Rilis Single Baru ‘Kanjuruhan’

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Legenda musik Tanah Air ini turut mendoakan korban meninggal dalam insiden itu dapat pergi dengan tenang

SWARAID, JAKARTA: Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu menginspirsi musisi papan atas, Iwan Fals dalam menelurkan karya.

Bernama asli Virgiawan Liestianto, lagu bertajuk Kanjuruhan resmi dirilis pada Rabu (5/10/22).

Berdurasi 5 menit 26 detik, karya apik Iwan Fals ini bercerita tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pasca laga Arema VS Persebaya yang menelan korban ratusan nyawa.

Dalam waktu 2 hari pertama, single tersebut telah ditonton 547.349 kali dan trending di  urutan ke-8 di YouTube.

Iwan Fals dalam lirik lagunya menuliskan bahwa Tragedi Kanjuruhan banyak mengajarkan tentang kebodohan dan kemunafikan. Pun mengajarkan tentang kebersamaan dan kepedulian manusia usai insiden memilukan yang menjadi perhatian dunia tersebut.

Iwan Fals yang dulunya kerap menyuarakan kritik sosial melalui lagu-lagunya berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Legenda musik Tanah Air ini turut mendoakan korban meninggal dalam insiden itu dapat pergi dengan tenang. “Salam Satu Jiwa untuk prestasi penuh cinta untuk dunia,” demikian akhir lirik lagu Kanjuruhan.

Berikut lirik lagu “Kanjuruhan” karya Iwan Fals;

Baca Juga :  Etaky, Pop Rock Adalah Nada Nada Ku

Kanjuruhan banyak ajarkan
Tentang kebersamaan, tentang kepedulian
Bunga-bunga yang bermekaran
Disirami air mata dan doa-doa
Pergi pergilah kau dengan senang hati
Tak ada yg pernah siap melepasmu

Salam satu jiwa untuk prestasi
Salam penuh cinta untuk dunia

Kanjuruhan banyak ajarkan
Tentang kebodohan tentang kemunafikan
Awan gelap kegembiraan
Semoga segera menyingkir, dari langitku

Pergi pergilah kau dengan senang hati
Tinggallah kami entahlah, bagaimana nanti
Salam satu jiwa untuk Sang Sepi
Semoga semua ini tak terulang lagi

Aum Singo Edan
Rindu kasih sayang, rindu serindu-rindunya

Malang nian ratusan jiwa melayang
Terinjak-injak kaki saudaranya sendiri
Malang nian gas airmata melayang
Nafas tersedak sesak di ruang terkunci

Malang nian engkau duhai sayang
Tapi kuyakin “Tuhan tunjukkan jalan”
Malang nian engkau wahai sayang
Tapi kuyakin jalanmu kan terang benderang.

Komentar