18 Oktober 2020 - 23:52 WIB | Dibaca : 5,754 kali

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel : Kopi Sumsel Kurang Sosialisasi

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (19/10/20) : Palembang Square menggelar Coffe Talk Dari Hulu ke Hilir dengan tema “Perkembangan Kopi Sumsel Menuju Pasar Dunia” di event Peh Ngopi (18/10/20). Di tengah banyaknya jenis kopi di Sumatera Selatan dengan hasil yang begitu melimpah akan tetapi sangat di sayangkan tidak berimbangnya kosumsi kopi masyarakat. Terpenting Kopi Sumsel belum memiliki brand tersendiri, padahal kopinya sudah di nikmati masyarakat luas. Bukan hanya masyarakat Sumsel, akan tetapi di luar Sumsel, bahkan luar negeri.

“Kita itu mempunyai kopi yang terluas se Indonesia, tercatat kurang lebih 250.000 Ha. Produksinya sekitar 163.000 ton. Tapi apa, orang lain yang dapat ya. Artinya kopi kita lari ke luar daerah ini tidak bisa bukannya kita tidak membolehkan ya memang itu bisnis, tetapi banyak orang luar daerah kita yang tidak tau bahwa Sumsel punya kopi.” Tutur Iwan Gunawan, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel saat di wawancarai SWARAID.

“Gubernur sudah mengeluarkan edaran melalui perindustrian untuk mendorong hotel dan restoran menyiapkan kopi. Tadi sudah saya sarankan untuk audensi ke Gubernur untuk kita launching lagi bahwa restoran dan hotel dalam tanda petik wajib harus ada kopi Sumsel apa pun merek nya, entah itu Semendo, Empat Lawang, Oku Selatan, dan Pagar alam untuk tamu hotel meskipun banyak merek yang penting kopi Sumsel supaya mengangkat nama kopi tersebut.” Lanjutnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Agus Fatoni Apresiasi Keterlibatan IKM dalam Pemulihan Ekonomi Sumsel

Iwan menambahkan, “Ada istilah tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Oleh karena itu kita harus tau kopi sumsel. Yang mana kopi sumsel enak dan berkualitas dengan cinta rasa yang khas.” Tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perdagangan tersebut menyampaikan bahwa sosialisasi masih  kurang, kemasannya kurang mendukung, perlu adanya pembinaan untuk para penggiat UMKM Kopi. Dan hal tersebut merupakan peran Pemerintah.

“Pertumbuhan kedai ini positif meskipun di tengah pademi, kita harapkan akan menular ke daerah lain. Kedai-kedai ini harus tumbuh dengan Inovasi-inovasi baru kedepanya dapat bersaing. Kelemahan kita tidak adanya pelabuhan untuk ekspor ke luar untuk itu kita selalu dorong pelabuhan Tanjung siapi-api cepat selesai.” Tambah Rudi Arpian Kabid P2HP Dinas Perkebunan Sumatera Selatan.

“Ada kategori dalam kopi itu, ada penikmat dan peminum. Jadi peminum, yang penting dia minum saja kopinya sebanyak-banyak, kalau sudah selesai. Sedangkan kalau penikmat, dia sudah kecanduan mencintai kopi dan menikmati kopi itu sendiri sehingga tidak bisa lepas dari kopi.” tutup Rudi Aripan.

Baca Juga :  Bupati Askolani Buka Pameran Banyuasin Expo dan Gelar Dagang Produk UPPKA Serta UMKM

Komentar