24 September 2022 - 23:54 WIB | Dibaca : 718 kali

Istri dan Anak Nelayan di Satu Malam

Laporan : Tim Swara
Editor : Egi Saputra

Untuk orang seperti kita tak bisa banyak memilih Nang, yang tersaji di hadapan kita adalah laut

karya: Noviani DP 

Suatu malam ketika mataku mulai digayuti kantuk
Si Lanang, anak bungsuku tiba-tiba menanyakan hal serius
“Bapak kok jadi nelayan Mak? Resikonya kan besar sekali
Laut yang luas itu punya banyak bahaya Mak
Apa Bapak tidak takut?
Apa Emak tidak khawatir?”

Kuhela napas sejenak,
“Bapak sudah kawin dengan laut, Nang
Lama sebelum bapak mengawini Emak.
Laut sudah memberikan kita kehidupan
Lihatlah kau sekarang sudah semakin besar
Itu berkat laut”

“Tapi kenapa harus ke laut, Mak?
Laut itu panas
Bapak jadi hitam legam
Foto bapak waktu masih muda itu
Jauh benar dengan bapak yang sekarang”

Kali ini kuhela napas lebih dalam, terdengar lebih kesal
“Untuk orang seperti kita tak bisa banyak memilih Nang
Yang tersaji di hadapan kita adalah laut
Pak Haji juragan tak pernah minta ijazah
Tidak tanya sertifikat kursus komputer
Pak haji juragan hanya butuh orang dengan keberanian besar
Dan tenaga kuat
Sudah bisa diajak cari makan ke laut”
Lanang diam
Menyimak perkataanku

Baca Juga :  Memakan Waktu 1 Tahun, Al-Quran Terjemah Bahasa Palembang Berhasil Dicetak

“Bapak lebih takut
Kalau kau tak bisa beli seragam sekolah
Bapak lebih takut
Kalau Emak tak bisa masak
Tak mampu beli gas
Bapak takut tidak mampu menjadi laki-laki yang bertanggung jawab!”
Lanang masih diam

“Kau janganlah seperti bapak Nang
Kau harus punya ijazah sekolah tinggi
Harus punya sertifikat kursus komputer
Biar kau laku di kantoran
Bisa cari bini di kota sana”

“Ah, aku mau cari yang seperti Emak saja!”
Rupanya kali ini dia menyahut

“Tak perlu lah bagiku gadis yang terlalu pesolek
Yang penting bisa masak enak dan setia
Seperti emak yang selalu setia
Menantikan bapak pulang dari laut
Entah membawa hasil yang banyak atau tidak

Aku ingin seperti bapak
Berani, kuat, bertangung jawab
Bapak lebih hebat dari Spiderman mak”

“Ah, siapa lagi itu Spiderman?
Sudahlah, tidur sana
Emak doakan kau jadi laki-laki hebat
Kuat dan bertanggung jawab
Dan semoga kekayaan laut negeri ini
Menjadi kekayaan bagi orang-orang seperti kita!”

Baca Juga :  Hai, Ma!

Kuusap rambut Lanang
Lalu tidurlah ia di pangkuanku malam itu.

Lubuk Pakam, Mei 2020

Komentar