14 September 2020 - 08:05 WIB | Dibaca : 1,414 kali

Hati-hati Sampah Sungsang Cemari Laut China Selatan

Laporan : Novi
Editor : Ki Edi Susilo

SwaraID – Banyuasin,  (04/09/20) : Persoalan sampah di wilayah Desa Sungsang kecamatan Banyuasin 2 Kabupaten Banyuasin telah menjadi buah bibir wisatawan yang berkunjung ke desa wisata tersebut.

Seperti diberitakan Swara.id belum lama ini, Desa nelayan yang memiliki berbagai spot wisata seperti Pantai Tanjung Carat, Taman Nasional Sembilang, wisata religi Masjid Babussalam, spot mancing, dan pusat wisata kuliner hasil laut yang sudah terkenal dan menyerap banyak wisatawan masih memiliki pekerjaan rumah perihal sampah.

“Ya, sampah ini memang menjadi persoalan terbesar kami dan menjadi fokus kami sekarang. Kami terus berkoordinasi antar desa juga bersama kecamatan untuk menyelesaikannya.” H. Amirrudin Kades Sungsang 3 ketika ditemui di kantor desa.

Menurut Kepala Desa yang sudah periode kedua menjabat ini, pemerintah desa sudah melakukan berbagai upaya dalam hal penanganan sampah, mulai dari kegiatan gotong-royong, pengangkutan sampah dari rumah ke rumah dan membuat bank sampah. Bahkan sekarang pihaknya sedang membuat tempat pengolahan sampah 3R (Reduce, reuse, recycle) dan sedang dalam proses pengerjaan.

Baca Juga :  Menparekraf Launching Beli Kreatif Sumsel, HD Optimistis Ekonomi Sumsel Meningkat

“Kami juga sudah mempersiapkan anggaran 2020 ini untuk penanganan sampah lebih lanjut seperti penyediaan tempat-tempat sampah akan tetapi terpaksa tertunda dikarenakan harus kami pergunakan sebagian untuk BLT selama covid.”  Sambungnya.

Pemerintah desa rutin mengadakan sosialisasi kepada warga akan dampak dari membuang sampah ke sungai dan sedang merancang pembuatan perdes untuk persoalan tersebut.

Persoalan sampah di kawasan sungsang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Jika memperhatikan peta dunia, Laut China Selatan berbatasan langsung dengan Kalimantan dan Pulau Bangka Belitung. Besar kemungkinan sampah yang terbawa arus dari kawasan Sungsang yang letaknya di muara sungai Musi berhadapan dengan  Selat Bangka bisa terbawa sampai ke Laut China Selatan.

“Kami sangat memahami dampak sampah ini sangat luas, harapan kami masyarakat juga menyadari bahwa ini bukan hanya tugas pemerintah tapi juga perlu dukungan dari masyarakat agar dapat merubah kebiasaan, merubah mindset, dan dapat memajukan Sungsang sebagai desa wisata.” Tutupnya.

Komentar

Berita Lainya